Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyampaikan bahwa salah satu provinsi di Indonesia yang mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah Kalimantan Timur.
"Kaltim adalah salah satu provinsi yang hebat, yang mampu menjalankan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujar Akmal Malik.
Apalagi menurutnya Kaltim adalah sebuah daerah yang kondisi masyarakat hidup secara majemuk, tetapi masyarakat Kaltim masih tetap mampu hidup berdampingan dengan damai tanpa adanya konflik-konflik yang mengatasnamakan perbedaan.
"Kita sangat menghargai sekali perbedaan, ini juga terlihat pada proses demokrasi yang sekarang berjalan dengan aman dan alhamdulilah adem. Walaupun ada dinamika itu adalah bagian dari demokrasi," ucapnya.
Hal semacam ini, menurut Akmal Malik, menjadi sebuah kebanggaan, dan ia mendorong untuk senantiasa membumikan Pancasila dalam arti sesungguhnya. Lebih lanjut, dalam peringatan yang digelar dengan prosesi upacara tersebut ia mengingatkan pula bahwa Pancasila bukan hanya sebatas lambang negara, tetapi juga bagian representasi budaya serta ideologi bangsa Indonesia.
"Kita ingin kedepannya pembumian (nilai-nilai) Pancasila bisa dilakukan lebih optimal, sehingga tidak hanya melalui kegiatan upacara saja," katanya.
Saat disinggung perihal maraknya kasus yang terjadi akhir-akhir ini dengan nilai-nilai Pancasila, Akmal Malik menegaskan bahwa secara normal Pancasila sudah final.
"Hanya dalam proses implementasinya masih banyak dinamika, kita tidak bisa mengatakan ini pada persoalan norma. Sebab yang masih menjadi masalah dan perlu perhatian lebih adalah pada persoalan aplikasi," terangnya.
Menurutnya ketika masih banyak orang yang melakukan tindakan kejahatannya dan tentunya keluar pada nilai Pancasila disebabkan oleh berbagai faktor.
"Seperti ekonomi serta unsur dari luar. Tetapi secara konsep Pancasila sudah final dan seharusnya bisa diterapkan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia," pungkasnya.
Editor: Supiansyah