Langkah itu dilakukan demi menjaga kualitas air hingga sampai kepada pelanggan yang mana pengurasan rencananya dilakukan mulai pukul 08.00 WITA pagi hingga sore hari. Masa pengerjaan sendiri tergantung pada kondisi lapangan. Bahkan, tak jarang pengurasan tersebut bisa selesai pada siang hari.
Beberapa wilayah yang diperkirakan akan terdampak antara lain Jalan Kapten Sujono, Jalan Sejati, Perum Pondok Karya Lestari, Perum Ariesco, Perum Sambutan Asri, Perum Handil Kopi, Jalan Perjuangan, Jalan Damanhuri, Jalan Damai, Jalan Gerilya, dan sekitarnya.
Pengurasan ini memang rutin dilakukan pertiga bulan. “Hal ini kami lakukan lantaran proses pengurasan bak sendimentasi dan flokulasi ini untuk meningkatkan kualitas air yang nanti disalurkan ke masyarakat,” kata Asisten Manajer dan Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Sendya Ibanez kepada Korankaltim.com Senin (23/9/2024) hari ini.
Walaupun pengurasan berlangsung, pihak Perumdam Tirta Kencana memastikan tidak akan terjadi pemadaman total. Namun, debit air mungkin akan berkurang sementara.
Rumah-rumah yang berada di ketinggian tertentu, seperti lantai dua atau di daerah pegunungan, kemungkinan akan mengalami pemadaman total.
“Masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan. Meskipun tidak ada pemadaman total, debit air akan berkurang, dan rumah di lokasi tertentu mungkin akan mengalami pemadaman total,” kata Sendi, sapaan akrab Sendya Ibanez.
Perumdam Tirta Kencana berkomitmen untuk menjaga kualitas air secara berkelanjutan. Pengurasan dilakukan sebagai respons terhadap kondisi filter yang mulai kotor atau adanya peningkatan kadar lumpur di dalam air.
Setelah proses pengurasan selesai, air di IPA Sungai Kapih ini diharapkan dapat mengalir seperti semula dengan kecepatan yang sama.
Perumdam Tirta Kencana meminta maaf dan mengimbau masyarakat yang berada di wilayah tersebut untuk mempersiapkan penampungan air sebelum proses pengurasan dilakukan.
Editor: Aspian Nur