"Alhamdulillah bisa menyaksikan Fahmil Qur'an Kaltim juara pertama dan putri meraih juara kedua," kata Sri Wahyuhi melansir dari Antaranewskaltim.com Minggu (15/9/2024) hari ini.
Pelatih cabang Fahmil Qur'an golongan putra Kaltim, Samsiroh memuji kegigihan anak binaannya dalam belajar. Ia mengakui materi Fahmil Qur'an merupakan salah satu cabang lomba yang paling sulit dalam MTQ. Guru SMP Vidatra Bontang ini menjelaskan para kafilah telah memulai latihan sejak delapan bulan lalu.
“Mereka telah terbiasa mengerjakan berbagai soal, seperti terjemahan Quran dan hadis, kandungan ayat Al Quran, serta kisah-kisah para nabi dan sahabat, dan masih banyak lagi,” ujar Samsiroh.
Cabang Fahmil Qur'an terdiri dari tiga orang per tim, yang kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh juri. Kompetisi ini menguji pengetahuan kafilah mengenai pemahaman Al Quran, hadis dan dunia Islam secara holistik.
Sementara itu kunjungan Sri tidak hanya tertuju dalam satu cabang lomba, setelah itu dirinya juga menyaksikan final Karya Tulis Ilmiah (putra/putri) yang diikuti kafilah Kaltim di venue Kantor BPKAD Kaltim di Jalan Kusuma Bangsa, setelahnya meninjau Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim menyaksikan Hifzil Qur'an Golongan 1 Juz - 5 Juz Tilawah.
Di Venue Aula Gedung RRI Samarinda menyaksikan final Tilawah Remaja (putra/putri), Kantor DPMPD Kaltim final lomba Hifzil Qur'an untuk Golongan Tilawah 20 Juz putra, serta Gedung Inspektorat Kaltim final lomba Hifzil Qur'an untuk Golongan Tilawah 30 Juz putra.
Kunjungan Sri sekaligus memastikan pelayanan panitia venue dalam menyediakan tempat bagi kelancaran lomba-lomba MTQ Nasional 2024. Sri berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada perangkat daerah dan semua pihak sebagai tuan rumah venue penyelenggaraan lomba MTQN.
Editor: Aspian Nur