Namun berbeda dengan kegiatan yang berlangsung pada Musabaqoh Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXX/2024 di Kaltim. Ternyata ada satu cabang lomba yang metode membacanya menggunakan tiga Riwayat yakni Musabaqoh Cabang Qira'at Murottal Remaja dan Dewasa.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Hakim Qira'at Murottal Remaja dan Dewasa Romlah Widayati yang pada lomba MTQ kategori Tilawah Dewasa, Murottal Anak-anak, Hafalan dan Cacat Netra metode membacanya mayoritas hanya satu riwayat Imam.
"Tetapi karena mayoritas masyarakat membaca dengan metode tersebut, maka dalam kompetisi kebanyakan menggunakan tata cara bacaan itu," ujar Romlah, Jumat (13/9/2024).
Adapun murottal ini bacaannya mengikuti 3 iman diantaranya adalah Qira'at Imam Nafi' dengan 2 riwayat Qolun dan Warsy, lalu Qira'at Ibnu Katsir dengan 2 riwayat Al-bazzi dan Qunbul.
“Lalu Qiroat Abu Amr dengan masing-masing riwayat Ad-duri dan As-susi. Yang nantikan akan dibacakan oleh setiap peserta," sebut Romlah lagi.
Pada kompetisi Musabaqoh Cabang Qira'at Murottal Remaja dan Dewasa diikuti 108 peserta yang berlomba di Aula Islamic Center Samarinda Jalan Slamet Riyadi.
"Dari jumlah peserta tersebut lalu dibagi lagi, Murottal Remaja yang ikut sebanyak 26 peserta putri, dan 28 peserta putra. Ditingkat dewasanya ada 27 peserta putri, dan 27 peserta putra," paparnya.
Ada 9 dewan hakim yang memberikan penilaian dengan tiga komponen diantaranya bidang Tajwid dan Kaidah Ushuliyah dengan nilai maksimal sekitar 40 poin. Sementara Fashohah dan Farsyul Huruf maksimal 30 poin. "Kemudian lagu dan suara nilainya maksimal 30 poin, sehingga jumlah keseluruhan penilai 100 poin," jelas Romlah.
Sejauh ini selama bertugas menjadi dewan hakim pada pelaksanaan MTQ dirinya melihat para peserta memiliki perkembangan dan peningkatan yang bagus dari tahun-tahun sebelumnya.
"Karena memang ada pembinaan dari masing-masing provinsi yang terus dilakukan sehingga para peserta ini dapat mengetahui lebih dalam metode pembacaan di kategori Murottal," sebutnya.
Editor: Aspian Nur