Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda Hendra AH saat dikonfirmasi.
"Musibah kebakaran ini ada dua titik, yang pertama ada satu korban jiwa, itu pemilik toko, diduga terjebak di lantai dua ruko dan diketahui setelah upaya pemadaman dilakukan," kata Hendra kepada Korankaltim.com Minggu (8/9/2024) hari ini.
Di toko tersebut sebelumnya juga pernah terjadi kebakaran, sehingga pihak Damkar sempat hendak melakukan investigasi, terkait dengan pengamanannya. "Saat itu mereka tidak kooperatif, saat kami mau investigasi tidak diperbolehkan masuk,"ungkap Hendra.
Sedangkan kebakaran titik kedua tidak jauh dari lokasi pertama, Kompleks Pertokoan Citra Niaga, Jalan KH Abdullah Marisi RT 03 Kelurahan Pasar Pagi Kecamatan Samarinda Kota, ada tujuh tempat usaha yang terbakar. "Jadi, antara kejadian satu dengan yang kedua ini hampir bersamaan," sebutnya.
Untuk titik kedua kebakaran diakuinya upaya penanganan dilakukan kurang lebih 18 jam hingga hari ini. "Ini baru selesai penanganan, jadi kurang lebih 18 jam ya, karena memang banyak barang-barang yang mudah terbakar, sehingga petugas kami itu dibantu teman-teman relawan, stand by dari kemarin sore," ucap Hendra lagi.
Disinggung soal dugaan penyebab kebakaran dua titik tersebut, untuk informasi awal yang diterima akibat korsleting listrik. "Kalau informasi awal yang kami terima, arus pendek, tetapi untuk pastinya dalam penyelidikan kepolisian," tutupnya.
Editor: Aspian Nur