Ary mengatakan undangan untuk tokoh agama tersebut sudah jauh-jauh hari dilakukan. Tujuannya untuk doa bersama lintas agama demi kelancaran Pilkada Serentak 2024 mendatang.
"Memang sejak beberapa bulan lalu, saya sudah mengundang beliau, karena tidak mudah ya, jadwal beliau kan cukup padat. Ternyata, beliau bisa hadir setelah mengisi acara ceramah agama di Kutai Timur," ungkapnya.
Adapun isu mengenai keberpihakan Polri di Pilkada Kaltim, tegas dibantah oleh Ary. Menurutnya, video dan foto yang beredar atas kehadiran Gus Muwafiq di KPU Kaltim saat pendaftaran bapaslon gubernur dan wakil gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Seno Aji, Polresta Samarinda tak mengetahuinya.
"Kalau beliau hadir dalam rangkaian pendaftaran paslon gubernur Kaltim, kami tidak tahu kapasitasnya itu sebagai apa? Terlepas beliau mendukung salah satu paslon kami pun tidak tahu soal itu, yang jelas beliau hadir untuk memenuhi undangan kami, menyerukan kerukunan dan kebangsaan," terangnya.
Ary pun menambahkan dalam acara doa bersama yang dilaksanakan pada Kamis (29/8/2024) malam, tidak sedikit pun menyinggung soal dukungan kepada kandidat Pilkada Kaltim.
"Beliau hanya membahas soal cikal bakal Indonesia, yang memang perlu diketahui kaum muda, termasuk dengan silsilah Kerajaan Kutai Kartanegara. Jadi, tidak ada hal menyangkut masalah politik atau lainnya," tegas Ary.
"Kalau beliau hadir di mana-mana ya itu hak pribadi beliau, yang penting beliau ini memenuhi undangan kami," sambungnya.
Ary pun memastikan Polri bersikap netral dalam setiap pemilu, termasuk Pilkada.
Editor: Supiansyah