Pada akhirnya terungkap kalau remaja wanita tersebut ternyata disetubuhi teman pria yang baru dikenalnya melalui aplikasi percakapan WhatsApp.
Ony Resita, Ketua RT tempat si remaja wanita tinggal menjelaskan, awalnya dirinya mendapatkan laporan dari orangtua remaja wanita tersebut kalau putrinya tidak pulang ke rumah padahal sekitar pukul 19.00 WITA si ibu baru mengantarkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran Paket B tersebut.
"Sekitar jam setengah sembilan dijemput sama bapaknya, tetapi keterangan orang disana anak itu sudah pulang. Terus diberitahukan kepada ibunya tetapi ibunya tidak percaya makanya dia cek kesana, ternyata memang benar putrinya sudah tidak ada," papar Ony saat ditemui di Polresta Samarinda usai membuat laporan Kamis (29/8/2024) sore tadi.
Karena panik putrinya tidak diketahui keberadaannya, akhirnya sang ibu pun sekitar pukul 22.00 WITA langsung memberitahu ke grup WhatsApp RT tempat ia tinggal yang kemudian direspon oleh Ony.
"Saya bilang tunggu dulu, karena belum ada 1x24 jam, apalagi anak itu sering dimarahin orangtuanya karena sering dilarang bergaul dengan orang-orang tidak jelas. Sebelumnya dia pernah kabur tetapi pulang lagi rumah," ungkap Ony.
Karena tak kunjung pulang, keluarga remaja putri itu pada Selasa (27/8/2024) lalu sekitar pukul 14.29 WITA sore langsung melaporkan ke Polsek Sungai Pinang.
"Saya juga dapat informasi dari ibunya anak itu sering menggunakan handphone ibunya dan saat dicek di Instagram ternyata dia ada komunikasi janjian mau ketemu, terus pas dilihat ada foto tiga orang pemuda, satu diantaranya pacar korban yang sudah berusia 20 tahun," paparnya.
Hingga akhirnya pada Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 02.00 WITA dini hari tadi, Ony mendapatkan informasi kalau remaja putri itu sudah ditemukan relawan di kawasan Ring Road bersama dengan dua teman laki-lakinya.
"Langsung dibawa ke Polsek Sungai Pinang, saya dan keluarga korban langsung kesana. Ternyata terungkap, kalau anak ini sudah disetubuhi pacaran, sedangkan yang dua laki-laki ini temannya yang membantu karena saat pertama dia hilang (kabur) dia ingin bertemu sama cowok itu (pacar korban), tetapi tidak bertemu," jelas Ony.
"Mereka Juni lalu kenalan dan langsung ketemuan, setelah itu dibawa ke indekost, kemudian disetubuhi, korban mengaku dipaksa karena kamar dikunci. Terakhir persetubuhan tanggal 23 Agustus, jadi pengakuannya sudah empat kali," sambungnya.
Tak terima mendengar pengakuan dari anaknya tersebut akhirnya orangtua korban bersama ketua RT langsung meminta pendampingan kepada Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, untuk laporan ke Polresta Samarinda.
"Saya langsung hubungi TRC PPA minta pendampingan, untuk melaporkan pelaku, makanya hari ini laporan kesini (Polresta)," tutup Ony.
Terpisah, Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun mengatakan ia mendapatkan laporan terkait dengan dugaan persetubuhan anak dibawah umur dan sore tadi mendatangi Polresta Samarinda.
"Kami mendampingi orangtua korban untuk membuat laporan di polres termasuk bersama Ketua RT dan tadi langsung dilakukan BAP (Berita Acara Perkara), besok baru akan dilakukan visum," kata Rina.
Editor: Aspian Nur