Asisten Manajer Humas PerumdabTirta Kencana Sendya Ibanez kepada Korankaltim.com, Selasa (27/8/2024) hari ini menjelaskan, mereka berusaha semaksimal mungkin dalam progres perbaikan tersebut.
“Ini perbaikan tahap II, tahap I sudah dikerjakan,” kata Sendi, sapaan akrab Sendya Ibanez.
“Dampaknya ke masyarakat untuk saat ini saja sudah empat hari air tidak mengalir ke daerah kota. Kalau pengerjaan kemarin sempat juga direktur teknik start pompa kembali untuk memberikan air, biar tidak kosong,” jelasnya.
Pipa sekunder sempat dibuka pompanya tapi ternyata pipa tersebut direhab kembali pada tahap II. Saat ini tengah dalam proses percepatan pengerjaan.
"Untuk perbaikan tahap kedua progresnya sekitar 1-2 hari. Paling cepat satu hari, jika memungkinkan. Tapi yang paling penting bukan pengerjaannya, kalau pipa itu stop air, tidak start, distribusi tidak mendorong. Jadi malahan terdampak untuk warga yang jauh dari pompa, sehingga lama tidak dapat air,” ungkap Sendi.
Masyarakat sudah diminta untuk menampung air. Daerah yang terdampak yakni wilyah I Jalan Pasundan, Raudah, Gunung Meratus, Pahlawan, Perum Preevab, Dr Soetomo, Anggur, Delima Dalam, Ruhui Rahayu, M Yamin, Pramuka, Perjuangan (1,2,3,4), Layanan Booster Pembangunan (Vorvo).
Pada wilayah II yakni Jalan Perniagaan, AM Sangaji, Gatot Subroto, Elang, Merak, Tekukur, Belatuk, Cendrawasih, Pemuda (1,2,3,4), DI Pandjaitan, Sentosa, Remaja, Kemakmuran, KNPI dan Merdeka.
Wilayah Jalan AM Sangaji dan Dr Soetomo adalah satu contoh daerah yang terdampak. Maka dari itu saat ini pihaknya lanjutkan dengan tahap II.
Sempat ada yang bocor, maka ini adalah langkah perbaikan untuk memaksimalkan distribusi air ke masyarakat.
Apabila progres air yang mengalir dirasa sangat lama, masyarakat diminta masyarakat agar bisa menghubungi ke pihak tangki.
“Tangki Perumdam, kalau begini biasanya menyeluruh ya. Biasanya pertangki itu dikenakan Rp100 ribu per 5 kubik,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh program pemerintah kota dalam pengedalian banjir.
Tekhusus di Jalan KS Tubun Dalam, yang mana posisi box culvert yang berada persis diatas pipa GRP DN 400 mm yang memang sudah berusia lama, sehingg pipa tersebut perlu direloksi.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Pemkot Samarinda untuk pekerjaan relokasi pipa di lokasi penungkatan drainase area tersebut,” kata Kaharuddin.
Editor: Aspian Nur