Korban diketahui bernama Paino (55). Ia menginap menginap di hotel tersebut bersama dengan rekannya untuk urusan pekerjaan.
Hendi (24) rekan sekamar korban mengatakan sekitar pukul 11.00 WITA, ia diajak oleh rekannya yang lain bernama Didin untuk mencari makan. Saat itu Paino sedang tertidur dengan posisi terlentang.
"Setelah makan, jam 12 saya kembali ke hotel, untuk beristirahat siang, dan posisi almarhum itu masih sama saat saya tinggal, itu belum ada curiga apapun," katanya.
"Terus jam 3 sore saya bangun, saya langsung main hendphone, itu sambil baring di sebelah kasur almarhum, dan posisi almarhum masih sama (terlentang)," sambungnya.
Saat itu ia kembali diajak oleh rekannya untuk mencari makan. Hendi kemudian mencoba membangunkan korban tetapi tak ada respons.
"Saya mau cari makan lagi, karena Pak Paino belum ada makan, makanya saya bangunin, tapi kok gak bangun-bangun. Jadi saya langsung kasih tahu teman yang lain, supaya mengecek korban juga, ternyata korban sudah tidak bernapas lagi," sebutnya.
Mendapati almarhum meninggal dunia, akhirnya mereka pun melaporkan ke pihak resepsionis untuk kemudian dilaporkan ke polisi.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Bitab Riyani menjelaskan, korbann diduga sudah meninggal empat jam sebelumnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Diduga korban meninggal karena sakit sakit yang dideritanya, karena kami temukan ada obat-obatan seperti pereda nyeri, obat mual, dan tekanan darah tinggi," sebutnya.
"Terahir berobat di IA Moeis tanggal 12 Agustus 2024 dengan keluhan mual, muntah dan tekanan," sambungnya.
Jasad korban dievakuasi ke di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis guna dilakukan visum. "Dan kemudian diserahkan ke pihak keluarga," pungkasnya.
Editor: Supiansyah