Saat dikonfirmasi Korankaltim.com terkait hal itu, Peh Pertama Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA Kaltim SKW 2) Tenggarong Ahmad Ripai mengakui adanya buaya yang muncul di Kota Bangun tersebut.
"Informasi kami dapat malam tadi, buaya sudah dievakuasi warga pagi tadi dan kami belum tahu hewan itu mau di bawa kemana," ujar Ripai Kamis (22/8/2024) hari ini.
Munculnya buaya tersebut sempat viral dimedia sosial dan menurut Ripai kalau melihat dari potongan video yang beredar buaya tersebut berjenis buaya supit.
"Bukan buaya muara yang agresif kalau dilihat dari jenis moncongnya saat dievakuasi warga," ungkapnya.
BKSDA Kaltim saat ini sedang mendalami dan menelusuri lagi kemana buaya tersebut dibawa. "Apakah buaya itu ada pemiliknya, punya masyarakat atau bukan itu yang masih ditelusuri karena kami belum kesana, hanya identifikasi lewat informasi teman di lapangan," papar Ripai.
Ditegaskannya masyarakat sudah pasti tidak boleh memelihara buaya karena termasuk dalam kategori hewan buas. "Karena ketika ingin memelihara hewan tersebut harus ada izinnya dan tempat pelihara yang memadai untuk hewan tersebut," tutup Ripai.
Editor: Aspian Nur