Delapan jalur utama tersebut masing-masing adalah Jalan Kesuma Bangsa dimana start pawai dilakukan di halaman GOR Segiri Samarinda kemudian Jalan Agus Salim, Basuki Rahmat, Jalan Bhayangkara sebagia lokasi panggung utama di Taman Samarendah, Awang Long, Jenderal Sudirman, KH Khalid, Abul Hasan dan Jalan Agus Salim sampai finish kembali di Jalan Kusuma Bangsa.
Start karnaval dan pawai mulai pukul 07.00 WITA yang mana ada 74 peserta berjalan kaki dan 71 mobil hias yang bergerak beriringan disepanjang jalur utama tersebut. Panas terik berganti mendung bahkan gerimis tak membuat masyarakat beranjak dari tempat duduk mereka karena tak ingin kehilangan momen satu tahun sekali ini.
Atraksi menarik yang diperlihatkan peserta membuat masyarakat betah berlama-lama hingga pukul 12.00 WITA baru meninggalkan tempat mereka masing-masing.
Atraksi tersebut seperti marching band, kostum unik, pakaian adat nusantara, atraksi pencak silat, tarian, kuda lumping dan barongsai serta atraksi lainnya yang dihadirkan peserta mulai dari organisasi pemerintah daerah (OPD), sekolah, organisasi masyarakat, kesenian dan budaya dari berbagai paguyuban, komunitas olahraga, hingga relawan.
Masyarakat yang nonton pawai pembangunan sudah menyiapkan diri dari rumah dengan membawa payung, tikar untuk tempat duduk bahkan makanan ringan.
Atraksi dilakukan di depan panggung kehormatan Taman Samarendah dimana Wali Kota Andi Harun terlihat diantara masyarakat yang hadir. Kepada wartawan disela acara, Andi Harun menjelaskan karnaval pembangunan diselenggarakan untuk menampilkan semangat keanekaragaman budaya sebagai pilar untuk memperkuat Samarinda sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Ini bentuk ekspresi kegembiraan dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Andi Harun.
Antusias tinggi masyarakat yang menyaksikan pawai pembangunan ini membuat orang nomor satu di Kota Tepian itu merasa bangga dan senang.
"Antusiasme warga sangat tinggi, mereka sudah datang ke jalur yang akan dilewati peserta sejak jam enam pagi dan mereka baru bubar sampai selesai sekitar jam 12 siang. Itu bukti masyarakat sangat antusias,” sebutnya.
Andi Harun meminta masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan serta merawat keragaman budaya sebagai pilar utama dalam pembangunan IKN.
"Semua harus bersatu padu berkolaborasi membangun kota kita. Kebersihan, partisipasi gotong royong, dan menjaga keragaman budaya adalah hal yang sangat penting," tegasnya.
Secara keseluruhan Karnaval Budaya Nusantara atau Pawai Pembangunan berjalan lancar tanpa kendala. Masyarakat juga peserta merasa senang karena semua bisa berinteraksi langsung dalam kegiatan ini.
Editor: Aspian Nur