Salah seorang Paskibraka sekaligus pembawa baki bendera Merah Putih, Diva Febriani mengungkapkan, usai melaksanakan tugas tersebut dirinya merasakan perasaan yang bercampur aduk.
"Pastinya kita sedih, terharu, senang, deg-degan. Semuanya campur aduk jadi satu," ucap Diva usai pelaksanaan Upacara 17 Agustus.
Ia mengaku, dirinya bersama tim yang bertugas selesai menjalankan tugas tersebut menangis, karena bisa mengibarkan bendera merah putih dengan sukses.
Diva menjelaskan, sejak Februari ia sudah mengikuti pendaftaran seleksi Paskibraka di tingkat kabupaten.
"Hingga di bulan Mei lalu saya pergi mengikuti seleksi di tingkat provinsi, dan akhir di bulan tujuh saya bersama teman-teman lainnya mengikuti pusdiklat untuk mempersiapkan pengibaran bendera merah putih," kata siswi kelas 2 asal SMA 3 Tenggarong Seberang ini.
Ia juga mengaku, selama mengikuti proses seleksi hingga pelatihan dilalui dengan sangat melelahkan. "Tetapi saya sangat senang karena dapat keluarga baru disini," tutur siswi kelahiran 2008 ini.
Diva mengungkapkan, selama berproses di latihan dirinya juga berkeluh kesah sebab banyak penderitaan.
"Untuk Paskibraka asal Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda memiliki perwakilan masing-masing enam orang, dan total dalam tim kami semua ada sekitar 40 orang," sebutnya.
Diva berharap, ke depan teman-teman di dalam Paskibraka tahun ini senantiasa bisa menjaga komunikasi.
"Walaupun setelah pengibaran ini kita berpencar kembali ke daerah asal, semoga tetap solid dan saling berhubungan dengan baik," pungkasnya.
Editor: Supiansyah