Berada tepat di depan Universitas Widyagama Mahakam, Jl M Yamin, Mie Gacoan yang buka 24 jam itu baru saja opening pada Jumat (9/8/2024) kemarin.
Banyak masyarakat yang berkunjung dan mengakibatkan membludaknya kendaraan yang ingin parkir. Sementara kapasitas yang tersedia tak mencukupi, khususnya untuk roda empat.
Beberapa jukir kena semprot, karena membiarkan mobil-mobil tersebut parkir di badan jalan dan menyebabkan kemacetan.
Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani mengatakan sebelum melakukan opening, pihaknya sudah memberikan peringatan terkait dengan masalah parkir.
“Ini kita sudah komunikasi di awal dengan pihak pengelola Mie Gacoan, dan hari ini kita sudah ketemu juga dengan pengelola parkirnya. Kita sudah arahkan kemarin untuk kendaraan tidak ada yang boleh parkir di badan jalan atau pinggir jalan,” kata Didi pada Korankaltim.com.
“Kita juga sudah mengadakan untuk kerja sama dengan pihak Universitas Widyagama Mahakam untuk kantong parkir pengunjung. Selain tertib lalu lintas, lebih aman juga,” lanjutnya.
Apalagi posisinya yang berada di tikungan dan turunan, menurut Didi, selain bisa bikin macet, juga berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila tidak memperhatikan kendaraan yang parkir tersebut.
Setelah ini, Dishub berharap semua pengunjung bisa mengerti dan tidak lagi memarkirkan kendaraanya di pinggir jalan.
“Pihak pengelola juga tadi bilang sudah menyampaikan pada pengunjung agar bisa mencari tempat parkir lain, selama tidak di badan jalan. Intinya kami sudah sampaikan, kalau masih ngotot, maka akan ditindak oleh Dishub,” tegasnya.
Sebanyak tiga mobil digembosi, karena tak kunjung datang dan memindahkan kendaraannya dari badan jalan.
Akibat adanya penertiban tersebut, operasional Mie Gacoan yang harusnya 24 jam, harus close order pada pukul 18.00 Wita.
Sementara itu, Rio sebagai Legal Mie Gacoan, mengaku sudah memperingatkan baik pengunjung, atau pun jukir agar bisa mengarahkan pengunjung ke tempat parkir lain.
“Jadi sebenarnya kita sudah larang, tapi pengunjung memaksa. Akhirnya kita pasang spanduk larangan parkir di badan jalan. Supaya kalau pengunjung datang bawa mobil diarahkan cari tempat lain,” tegas Rio.
Terkait masukkan dari Dishub Samarinda, Rio mengaku masih melakukan koordinasi dengan pihak Universitas Widyagama ubtuk kerja sama pengelolaan kantong parkir.
Editor: Supiansyah