Pasalnya, dari sebuah rumah di kawasan tersebut terlihat kobaran api yang langsung membuat warga berhamburan keluar rumah mereka masing-masing untuk menyelamatkan diri sambil mengangkut barang-barang berharga mereka.
Ketua RT Ramli 13 kepada Korankaltim.com tengah malam tadi mengatakan, dirinya masih tidur saat mendengar suara warga berteriak kebakaran. "Saya sedang tidur, dengar suara ribut, orang teriak api api, saya langsung bangun, dan lihat api itu sudah besar," ujar Ramli. "Saya langsung turun ke bawah mengeluarkan motor sama ambil surat-surat penting, Itu saja yang saya selamatkan lainnya habis semua," sambungnya.
Api disebut Ramli berasal dari rumah mantan ketua RT terdahulu bernama Yusriansyah yang sudah meninggal dunia dan rumah itu ditempati anak-anaknya. "Api dari lantai dua rumah almarhum Pak Yusriansyah," sebutnya.
Mengenai dugaan penyebab kebakaran tersebut dirinya enggan menduga-duga, tetapi menurut Ramli almarhum memiliki anak yang mengalami depresi. "Kemungkinan dia ada bakar-bakar, karena sebelumnya juga pernah bakar-bakar apa dikamarnya tapi sempat dipadamkan," ungkap Ramli.
Anak laki-laki almarhum tersebut bahkan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). "Kalau selama tinggal, bicara sama warga ya normal saja tidak pernah juga ganggu orang, saya kan juga punya warung dia beli bayar, ya seperti orang normal," ucap Ramli.
Sementara Fitriadi, warga sekitar menambahkan sebelum si jago merah mengamuk dirinya mendengar warga berteriak kebakaran, sehingga ia pun sontak keluar rumah. "Saya lihat api sudah membesar di rumah berlantai dua itu dan listrik saat itu belum padam. Sempat panik, karena warga sudah berhamburan keluar, ini kan semua bangsalan, rumah sewaan semua," ucap Fitriadi.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda Hery Nurdin mengatakan mereka langsung bergerak begitu mendapat informasi ada kebakaran tersebut. "Setibanya dilokasi kami dibantu teman-teman relawan dan PMK langsung melakukan upaya pemadaman," kata Hery.
Akibat kebakaran tersebut berdasarkan data yang ada sekitar 12 rumah jadi arang. "Ada 12 rumah yang terbakar, terdiri dari 11 rumah Tunggal dan satu rumah sewaan atau bangsalan bertingkat, lima rumah terdampak. Rata-rata bangunan 90 persen terbuat dari kayu," jelas Hery.
Akses masuk ke titik api yang masuk ke dalam gang menjadi kendala bagi mereka sehingga truk tangki sulit masuk. "Selain itu banyak warga yang menonton sehingga api baru bisa dikuasai kurang lebih 1,5 jam, hingga pendinginan hampir dua jam," paparnya.
Untuk kemungkinan asal api Hery tak menyebut masih dalam penyelidikan kepolisian. "Kalau dugaanya kami belum tahu, tetapi sudah dalam penyelidikan polisi," tutupnya.
Editor: Aspian Nur