Terkait dengan hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta penambahan flight atau penerbangan kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta.
"Secara umum kapasitas bandara di Kaltim baik Bandara SAMS (Sultan Aji Muhammad Sulaiman) Sepinggan di Balikpapan dan Bandara APT (Aji Pangeran Temenggung) Pranoto di Samarinda sebenarnya masih mencukupi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni kepada Korankaltim.com Kamis (8/8/2024).
Namun penerbangan dari beberapa daerah di Indonesia menuju dua bandara tersebut masih sulit. "Karena masih banyak daerah yang belum ada penerbangan langsung ke Kaltim, kalau pun ada terbatas, sementara kunjungan untuk dua agenda nasional itu datang dari berbagai daerah apalagi MTQN ada 38 kafilah dari seluruh Indonesia," ujar Sri lagi.
Karena itulah mereka berharap dukungan Kemenhub agar jumlah penerbangan ke Benua Etam ditambah. "Asisten I mewakili Pemprov Kaltim bicara dengan Eselon I Kemenhub dan lembaga terkait, bagaimana maskapai menambah penerbangan khususnya dari beberapa daerah yang masih kesulitan penerbangan langsung baik ke Samarinda maupun ke Balikpapan," paparnya.
Sebenarnya penambahan maskapai dan penerbangan sangat memungkinkan karena sestiap kegiatan nasional, tiap daerah pasti akan mengirimkan puluhan partisipan. "Seperti pelaksanaan MTQN, ada 38 kafilah. Setiap kafilah ini akan mengirimkan sekitar 50 atau 70 peserta dan partisipannya, sehingga loading faktornya akan membantu maskapai menambah penerbangannya," ucap Sri.
Editor: Aspian Nur