“Jika berbicara kesejahteraan masyarakat, berarti keseluruhan mendapatkan dampak positif. Agar semua kalangan dapat merasa Samarinda adalah kota yang aman dan nyaman,” kata Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi kepada Korankaltim.com Rabu (17/7/2024).
Bicara mengenai Pusat Kota Peradaban menurutnya memiliki banyak tafsiran termasuk dengan terjaganya lingkungan baik di ruas jalan maupun di dalam kawasan permukiman. Satu sektor ini saja membutuhkan waktu yang lumayan lama apalagi kebersihan masuk dalam kategori karakter perseorang.
“Misi wali kota tentang tentang Pusat Kota Peradaban ini sangat banyak tafsirnya termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan itu perlu waktu, karena yang dibangun bukan bentuk fisik melainkan membangun karakter,” papar Subandi.
Politisi Fraksi PKS itu pun menyebut masyarakat Samarinda masih sangat minim tentang pemahaman mengenai membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Dirinya meminta pemerintah mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ke tingkat RT bisa melakukan edukasi dan sosialisasi terkait hal ini.
Kalau pemkot mampu mengedukasi masyarakat dan taat akan aturan yang telah dibuat, maka Samarinda bisa menjadi kota yang bersih.
“Ini catatan penting, karena dulu program pak wali kota, dalam satu tahun sampah di TPS disepanjang jalan protokol itu akan hilang pelan pelan dan ini sudah berjalan faktanya masih ada. Ini harus segera diselesaikan harus segera ada tindaklanjut,” tutup Subandi.
Editor: Aspian Nur