Lalu Lintas Jalan Pangeran Suryanata Samarinda Semrawut, Aturan Satu Jalur Tak Berfungsi, Larangan Melintas Tak Dihiraukan Pengendara
3 menit baca608 kali dibaca

3 menit baca608 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Terhitung sejak 13 Juni 2024 bulan lalu, proyek pelebaran saluran air atau drainase dilakukan Pemerintah Kota Samarinda di sepanjang Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.
Dan sejak jauh-jauh hari, pemkot mengumumkan kepada masyarakat untuk mencari jalur alternatif dari arah simpang tiga Jalan Pangeran Suryanata untuk tidak mengambil jalan lurus menuju simpang empat Jalan Pangeran Suryanata - Jalan Ir H Juanda - Jalan Pangeran Antasari - Jalan MT Haryono tapi harus berbelok dari simpang tiga tersebut kearah Jalan Kadrie Oening tanjakan Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (RS SMC).
Sementara pengendara yang masuk dari arah simpang empat Juanda tidak ada larangan untuk melintas, tetap boleh masuk ke Jalan Pangeran Suryanata, baik kendaraan roda dua maupun roda empat dan kendaraan lainnya.
Namun yang terjadi, hingga saat ini peraturan yang dikeluarkan terkait jalur alternatif tersebut tak dihiraukan pengguna jalan di Kawasan Suryanata, hal mana yang membuat kemacetan terjadi di tengah-tengah jalan tersebut dan terlihat semrawut setiap hari baik pagi, siang, sore hingga malam.
Pengguna jalan utamanya kendaraan roda empat bahkan lebih tetap mengambil arah lurus menuju simpang empat Juanda tanpa menghiraukan larangan melintas atau larangan masuk ke Jalan Pangeran Suryanata dan arahan untuk berbelok ke Jalan Kadrie Oening padahal proyek pembuatan drainase masih berlangsung yang mana beton, besi dan truk pengangkut termasuk alat berat masih terlihat ditepi jalan.
Pantauan Korankaltim.com di lokasi tersebut, bus, truk dan mobil pribadi harus saling berhadap-hadapan di tengah-tengah Jalan Pangeran Suryanata tepatnya di lokasi proyek drainase karena jalan menyempit, ditambah kendaraan roda dua yang juga mengambil jalur dari arah berlawanan, membuat arus lalu lintas menjadi macet total dan memanjang dari dua arah.
Ironisnya, papan larangan masuk yang berada tepat di simpang Suryanata-Kadrie Oening atau trafficht light beberapa kali digeser bahkan terlihat rubuh karena ditabrak kendaraan. Police line yang dipasang pun hanya sesaat karena setelah itu terlihat diputus oknum tidak bertanggungjawab. "Ini bukti kalau masyarakat Samarinda masih minim kesadaran berlalu lintas," ujar seorang warga kepada media ini.
Sebelumnya dalam pertemuan dengan pemilik bangunan, toko, stan usaha sepanjang jalur Suryanata yang juga dihadiri ketua RT, Babinsa dan Babinkamtibmas kelurahan Air Putih, penanggung jawab proyek Taufik menjelaskan kalau Jalan Pangeran Suryanata mulai dari simpang empat Air Putih (Juanda-MT Haryono) hingga simpang tiga jalan Kadrie Oening (RS SMC) akan dijadikan satu jalur.
"Kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, jadi Kendaraan dari simpang empat Air putih yang boleh melintas, sementara roda empat yang akan menuju ke simpang air putih (jalan Antasari, Jalan Juanda, dan Jalan MT Haryono) akan dialihkan melalui jalan Kadrie Oening," sebut Taufik beberapa waktu lalu.
Yang disayangkan, tidak ada petugas yang berjaga di simpang tiga Suryanata tersebut sehingga pengguna jalan dengan bebas melintas setiap saat dan membuka marka penutup jalan yang akhirnya menimbulkan kemacetan.
Kondisi tersebut dimungkinkan semakin parah pada pekan depan mengingat sudah masuk waktu sekolah untuk semua tingkatan baik SD, SMP maupun SMA dan di Jalan Pangeran Suryanata ada beberapa sekolah sehingga bisa diduga akan menimbulkan kemacetan luar biasa kalau tidak diantisipasi mulai saat ini.
Diketahui, proyek pembangunan drainase Jalan Pangeran Suryanata yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR Samarinda menelan biaya Rp19,2 Miliar.
Pembangunan drainase di Kawasan tersebut merupakan program prioritas untuk pengendalian banjir, memperlancar aliran air. Konstruksi drainase yang dipasang yaitu beton bertulang, memiliki panjang kurang lebih 560 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman sekitar 2,25 meter.
Dari perencanaan dibutuhkan sekitar 150 miliar untuk membangun drainase di sisi kiri-kanan Jalan Pangeran Suryanata dengan panjang total antara 2,8-3 km (1,4-1,5 km sisi kiri-kanan) menghubungkan simpang 3 jalan P Suryanata-Jalan Kadrie Oening hingga simpang empat Jalan MT Haryono-Jalan IR H Juanda.
Ketua Tim Walikota Percepatan Pembangunan (TWAP) Syaparuddin beberapa waktu lalu sudah menyampaikan permohonan maaf dari Walikota Samarinda, karena dengan adanya pekerjaan tersebut, menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG