Seperti yang disampaikan oleh, Anggota KKJTJ, Hidajat Soegihardjo, uji beban dinamis dilakukan untuk mengetahui frekuensi dari jembatan dengan bentang panjang kurang dari 200 meter.
"Jadi nanti hasil dari frekuensi itu bisa kita cocokkan dengan frekuensi analitik, yang dari perhitungan," ujar Hidajat, Kamis (4/7/2024).
Dia menerangkan hasil dari frekuensi itu akan diketahui kondisi jembatan ini apakah kaku atau ada penurunan kekakuan sejak dibangun tahun 2008.
"Nantinya kedepan akan dicek lagi, kira-kira setahun lagi. Karena ini merupakan inspeksi tahunan jadi apakah ada perubahan di tahun depan," katanya.
Hidajat mengatakan, untuk di tahun depan uji yang dilakukan oleh pihaknya adalah uji statik dengan metode dibebankannya ruas jembatan dengan truk yang berjejer.
"Kalau sekarang ini uji dinamis yang kita lakukan dengan cara impact load. Jadi metodenya roda ban truk dijatuhkan dan akan menghasilkan getaran dan frekuensinya akan terbaca pada alat sensor accelerometer yang telah kita pasang," ucapnya.
Dia mengungkapkan, untuk hasil sementara sedang diolah dan apabila hasil tersebut keluar maka akan ada beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan dalam proses pemeliharaan jembatan selanjutnya.
"Karena hasil dari perhitungan akan diolah lagi bersama konsultan perancangannya, dan biasanya asumsi dudukan seperti apa," tuturnya.
Hidajat menerangkan, berdasarkan desain jembatan di tahun 2008, Jembatan Mahulu di desain mampu dilintasi truk dengan beban 45 ton. "Kalau sekarang bebannya telah meningkat lagi hingga 50 ton," sebutnya.
Editor: Supiansyah