“Periode nanti temanya dari pusat sampai ke daerah sama yaitu menuju Indonesia Emas tahun 2045, sekarang bagaimana pembangunan di daerah melakukan sinergi antarkabupaten, kota juga provinsi,” ujar Andi kepada Korankaltim.com.
Hal ini disampaikan Andi Harun usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Samarinda Masa Persidangan II tahun 2024 yang didalamnya membahas terkait persetujuan bersama antara wali kota dengan DPRD, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (3/7/2024).
Sampai pada program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diharapkan bisa menunjang realisasi program tersebut, misalnya pada tingkat kota, pada program kota berkelanjutan, lalu kota yang memiliki perencanaan dari kebencanaan, akibat perubahan iklim.
“Di Samarinda kerap banjir dan tanah longsor. Kemudian, akses air bersih, tata kota, publik transportasi untuk mengurangi polusi,” terangnya.
Satu diantaranya yang bakal direalisasi yaitu Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal melakukan pengadaan bus listrik. Langkah itu diambil supaya Samarinda menjadi kota yang memiliki transportasi public dan sekarang masih dikaji oleh Dinas Perhubunga (Dishub) Samarinda.
“Kami sudah punya Peraturan Wali Kota (Perwali) Penanggulangan Bencana dan membenahi kawasan kumuh,” jelasnya.
Saat ini yang menjadi pilot project di Samarinda ada di Jalan Dr Soetomo yang berjumlah Rp14 Miliar, eks kebakaran akan diubah menjadi kawasan yang diharapkan terafirmasi dan memiliki ketahanan terhadap kebencanaan. Yang tadinya rumah-rumah bangsalan, nanti pemkot akan lakukan kolaborasi dengan masyarakat sekitar.
“Mau tidak rumah warga ditata, yang tadinya bangsalan jadi rumah permanen tipe 36, yang tadinya jembatan kayu diganti jembatan besi. Kegiatan ini adanya di Dinas Perkim (Perumahan dan Kawasan Permukiman),” sebut Andi Harun yang memastikan program ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Editor: Aspian Nur