Seperti disampaikan Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, setiap menjelang pemilihan baik pemilu maupun Pilkada pihaknya terus mengingatkan masyarakat senantiasa bisa memfilter berita bohong atau hoaks yang beredar.
"Salah satunya seperti yang kita gelar di Balikpapan baru-baru ini literasi digital di sektor pemerintahan, kita mengingatkan para aparatur tidak terlalu terlibat dalam hal Pilkada," ucap Muhammad Faisal, Kamis (6/6/2024).
Kemudian ia juga mengingatkan agar aparatur pemerintah atau ASN hati-hati terhadap berita atau informasi hoaks, dan memahami hal tersebut.
"Lalu sosialisasi terkait berita hoaks akan lebih intens dan sering kita lakukan ketika mendekati Pilkada karena biasanya suasana (informasi yang beredar) semakin panas, bekerjasama dengan kawan-kawan dari KPU dan Bawaslu pastinya," katanya.
Dirinya juga menuturkan, terkait evaluasi adanya penyebaran berita hoaks di Pemilu bulan Februari lalu, Faisal mengungkapkan cukup bagus dari tahun-tahun sebelumnya.
"Walaupun ada beberapa riak-riak (gerakan penyebaran hoaks) di media sosial, perang-perang biasa dan masih dalam kategori minim," ujarnya.
Faisal optimistis di Pilkada tahun ini melihat literasi digital, dan indeks literasi masyarakat digital Kaltim cukup bagus penyebaran berita atau isu hoaks yang disebarluaskan melalui media dapat di minimalisir oleh masyarakat itu sendiri.
Ia juga berpesan, walaupun tingkat literasi digital sekarang terus meningkat, masyarakat harus waspada dan berhati-hati terhadap berita hoaks.
"Karena memang memahami digital itu tidak hanya pintar (bisa) main laptop atau hp, atau juga canggih-canggihan alat telekomunikasi, tetapi memahami digital itu harus memahami literasi dengan baik sehingga tidak termakan berita yang tidak dapat dipercaya," tuturnya.
Lebih lanjut, masyarakat juga jelasnya jangan sampai terprovokasi dengan adanya berita hoaks yang dapat menimbulkan gangguan dalam proses demokrasi.
Editor: Maruly Z