Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas Patiroy menyebut sangat memungkinkan pengadaaan hotel pada bangunan Pasar Pagi yang saat ini sedang dalam masa awal pembangunan.
Dikatakan Marnabas, mimpinya sejak awal terkait rencana revitalisasi total Pasar Pagi ingin dijadikan layaknya Pasar Tanah Abang di Jakarta. “Saya ingin Pasar Pagi ini berhubung megah dan ada enam lantai, sehingga harus menjadi Tanah Abang-nya Kota Samarinda, itu sudah saya pikirkan sejak lama,” ungkap Marnabas, Minggu (2/6/2024).
Diakuinya, bahwa rencana ini berhubungan dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Maka, akan banyak pendatang yang bakal berbondong-bondong hadir di Kaltim. Maka, Pasar Pagi ini jelasnya akan menjadi ikon atau wajah dari Kota Samarinda. Apalagi, pasar ini adalah pusat belanjanya masyarakat dari kabupaten/kota lain di Kaltim.
“Kita lihat, Pasar Pagi ini adalah tujuan atau pusat grosir yang ada di Kaltim. Banyak orang dari kabupaten/kota lain, belanja, kemudian dijual kembali di daerahnya,” bebernya.
Marnabas juga belum membeberkan terkait desain akhir dari pengadaan hotel tersebut. Namun, sedikit bocoran, hotel nanti akan ada ditiap dua lantai. Hotel Amaris yang terletak di Jalan Dr Soetomo Samarinda jelasnya menjadi rujukan desain sementara hotel yang akan dibangun dalam pasar tersebut.
“Jadi misal, di lantai dua ada (hotel), kemudian nanti di lantai empat ada, dan di lantai enam. Sehingga tiap dua lantai itu ada, tidak perlu besar, cukup saja, dengan kamar mandi di dalamnya,” tegasnya.
Ide itu didapatnya, lantaran banyak pedagang yang ada di berbagai kabupaten/kota lainnya, sehingga dia tahu betul bagaimana rutinitas yang dilakukan saat mereka berbelanja stok barang di Pasar Pagi.
“Kalau mereka menginap, parkirnya dapat, belanjanya dapat, biaya hotel dapat. Sebetulnya ingin memudahkan juga kan, teknisnya nanti, sekarang saya masih fokus pada pembangunan yang ada dulu,” pungkasnya.
Editor: Maruly Z