Kepala Dinas Perikanan Samarinda Achmad Fauzi Irawan mengatakan jika gemar makan ikan ini memang agenda tahunan dari pihaknya. “Hasil kajian, kandungan protein ikan itu paling tinggi jadi kalau untuk pengentasan stunting itu sangat bagus. Sayangnya masyarakat yang belum mengetahui ini. Mereka tahunya hanya sekadar ikan saja,” kata Fauzi kepada Korankaltim.com disela lomba.
Karena itu Dinas Perikanan Samarinda juga merangkaikan gerakan ini dengan lomba dengan berbahan dasar ikan bersama dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK kecamatan yang memberikan sosialisasi terkait stunting termasuk bagaimana fungsi protein ikan ini untuk menunjang program pemerintah pusat dalam pengentasan stunting. “Kami juga mengundang dari nelayan dan kelompok dagang di Samarinda,” jelasnya.
Dinas Perikanan Samarinda juga berupaya untuk membudidayakan ikan gabus meski cukup kesulitan mengingat pasokan ikan tersebut di Samarinda masuknya dari Hulu Mahakam.
Permasalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi instansinya terutama saat terjadi lonjakan harga karena disebabkan transportasi mereka yang cukup jauh.
Wali Kota Samarinda Andi Harun yang turut hadir dalam acara tadi menyatakan kegiatan ini sudah terselenggara dari tahun lalu dan akan diselenggarakan setiap tahunnya. Ditegaskannya, ikan sangat penting karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
"Banyak masyarakat yang sudah terpengaruh dengan makanan siap saji berbahan dasar non-ikan. Ini sejalan dengan program penanggulangan angka stunting, karena ikan merupakan sumber energi tinggi dan mengandung Omega-3," kata Andi Harun.
Dari acara ini diharapkan masyarakat Samarinda semakin sadar akan pentingnya mengkonsumsi ikan untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Orang nomor satu di Kota Tepian itu juga mengatakan soal pembangunan Pasar Harapan Baru yang tak jauh dari lokasi acara. "Pasar itu juga nanti akan mengakomodir hasil nelayan, nanti akan ada pembangunan cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan sekaligus menjaga inflasi," tutup Andi Harun.
Editor: Aspian Nur