Aplikasi Perjalanan Dinas Dikritisi Anggota DPRD Samarinda, Sebut Jalan-Jalan untuk Adopsi Tata Kota
1 menit baca740 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Penerbitan aplikasi perjalanan dinas oleh Pemerintah Kota Samarinda dikritisi anggota DPRD Samarinda Samri Shaputra.
Dia menilai ada plus minus dalam penerapan aplikasi ini yang mana nilai plus ada pada kedisplinan seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda. “Kalau saya menilai memang untuk nilai plusnya ini bentuk kedisiplinan, bagi pegawai yang ingin melakukan tugasnya,” kata Samri kepada Korankaltim.com Rabu (15/5/2024).
Hanya saja disisi minusnya yaitu setiap kali kunjungan ke luar daerah, waktu senggang bisa saja dimanfaatkan untuk sekadar berkeliling kota. Dengan adanya aplikasi ini, bisa saja tidak efektif. Sehingga pegawai yang menjalankan tugas ini ogah-ogahan dalam menjalankan tugas, karena bersifat monoton.
“Karena kadang-kadang setelah melaksanakan tugas, ada waktu senggang bisa dimanfaatkan. Karena adanya ini semuanya terprogram dan monoton, akhirnya tidak efektif. Orang yang menjalankan tugas jadi ogah-ogahan,” paparnya.
Tidak ada refreshing yang diberikan untuk pegawai karena menurut Samri dalam menjalankan tugas ke luar daerah, waktu senggang tersebut yang dimanfaatkan oleh para pejabat maupun pegawai dalam merefresh pikiran.
Bahkan dalam 24 jam, waktu setengah hari bisa juga dimanfaatkan hanya untuk sekadar berjalan-jalan usai mengikuti agenda yang padat, ditambah perjalanan yang panjang.
“Misal mau ke kota tujuan itu bukan sekadar mau jalan-jalan atau apa tapi dengan mengelilingi kota bisa melihat ada manfaat yang bisa kita dapatkan disitu, yang kemudian bisa ditiru,” ucapnya.
Jadi menurut Samri manfaat terbesar dari perjalanan dinas adalah dengan mengadopsi beberapa ide dan inspirasi menarik di kota lain. Politisi Fraksi PKS itu juga mengingatkan jangan sampai diartikan dengan perjalanan dinas, tidak hanya sekadar jalan-jalan saja, tetapi bisa menjadi pembelajaran yang bisa diterapkan di Kota Samarinda. “Karena kalau hanya disini-sini saja ya tidak ada inspirasi,” tutup Samri.
Editor: Aspian Nur










