Pengurasan ini rencananya bakal dilakukan pada Rabu (15/5/2024) ini, mulai pukul 08.00 WITA hingga sore hari.
Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Sendya Ibanez mengatakan, pengurasan ini memang rutin dilakukan per tiga bulan. “Hal ini kami lakukan lantaran proses pengurasan bak sendimentasi dan flokulasi ini untuk meningkatkan kualitas air yang nanti disalurkan ke masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Sendya, Senin (13/5/2024).
Walaupun pengurasan berlangsung, pihak Perumdam Tirta Kencana memastikan bahwa tidak akan terjadi penghentian distribusi air secara total. Namun, debit air mungkin akan berkurang sementara.
Hanya saja, rumah-rumah yang berada di ketinggian tertentu, seperti lantai dua atau di daerah pegunungan, kemungkinan akan mengalami penghentian total distribusi air.
"Masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan. Meskipun tidak ada pemadaman total, debit air akan berkurang, dan rumah di lokasi tertentu mungkin akan mengalami pemadaman total," jelas Sendya.
Dia mengatakan, Perumdam Tirta Kencana berkomitmen untuk menjaga kualitas air secara berkelanjutan. Pengurasan dilakukan sebagai respons terhadap kondisi filter yang mulai kotor atau adanya peningkatan kadar lumpur di dalam air.
Setelah proses pengurasan selesai, air di IPA Palaran, Bukuan dan Bantuas ini diharapkan dapat mengalir seperti semula dengan kecepatan yang sama. Beberapa wilayah yang diperkirakan akan terdampak antara lain Jalan Hb Suwarno, S Parman, Parikesit I dan II, Kamboja, Pelabuhan lama, Cempaka, Melati, Kenanga, Ampera, Bromo, Nusa Indah, Jayakarta, Karya Bakti, Pelabuhan Samudera dan Terminal Peti Kemas, Kelurahan Bukuan dan sekitarnya, Kelurahan Bantuas dan sekitarnya.
Dengan adanya kegiatan itu, Perumdam Tirta Kencana mengimbau masyarakat yang berada di wilayah tersebut untuk mempersiapkan penampungan air sebelum proses pengurasan dilakukan.
Editor: Maruly Z