Sandi, salah seorang warga yang bekerja di SMK TI Airlangga yang menjadi saksi mata kebakaran mengungkapkan, dirinya mendengar ledakan yang berasal dari rumah yang tidak berpenghuni.
“Saya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran begitu saya menyadari kejadian ini, dan suara ledakan itu terdengar lagi dan api mulai membesar,” ungkapnya, Jumat (19/4/2024).
Dia mengungkapkan, rumah tersebut sudah kosong kurang lebih selama 10 tahun. Namun, kerap digunakan sebagai tempat istirahat oleh anak-anak jalanan. Sementara, Teguh Setyawardhana, Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Kota Samarinda menjelaskan, setelah menerima laporan, mereka segera mengerahkan tim pemadam dari posko 1, 2 dan relawan.
”Waktu kami dengar info itu, kami langsung menurunkan tim dari posko 1, posko 2, dan relawan untuk memadamkan api yang melalap rumah kosong tersebut.” ungkapnya.
Teguh memberikan apresiasi terhadap setiap posko dan relawan yang telah merespon cepat serta kerja tim yang baik, sehingga api berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam tanpa kendala yang berat. Terlebih, warga yang berada di lokasi juga sedikit sehingga dapat memudahkan pemadaman.
“Tidak ada kendala yang signifikan selama proses pemadaman. Warga juga sedikit yang ada di lokasi dan pasokan air yang cukup mempermudah tugas kami,” ungkapnya.
Kendati demikian, Teguh meminta agar saat terjadi kebakaran warga tidak mengganggu proses pemadaman dengan berkumpul berlebihan di sekitar TKP guna menghindari potensi gangguan dalam menjalankan tugas.
“Ke depannya bila ada kejadian kebakaran, kita berharap warga tidak berkerumun di TKP, sehingga tidak menganggu petugas pemadam ketika menjalankan tugas.” pungkasnya.
Editor: Maruly Z