Selama hampir 30 hari di bulan yang sangat dinanti umat muslim se-dunia itu, terjadi 24 musibah kebakaran di Kota Samarinda dengan tiga diantaranya merenggut nyawa.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda Hendra AH saat dikonfirmasi Korankaltim.com Selasa (9/4/2024) hari ini.
"Selama Ramadan tahun ini sudah ada 24 kejadian kebakaran dengan tiga korban jiwa dalam musibah tersebut," jelas Hendra.
“Dari 12 Meret hingga 8 April sudah terjadi 24 kali kebakaran dan ada tiga korban jiwa, pertama tanggal 16 Maret, kedua 2 April dan terakhir pada 8 April," pungkasnya.
Adapun rincian kebakaran yang menghilangkan nyawa tersebut yang pertama pada 8 April terjadi di Jl HM Ardans (Ring Road) Kelurahan Sempaja Barat, Samarinda Utara, pukul 06.05 WITA yang menewaskan seorang remaja berusia 22 tahun.
Setelahnya ada sebuah bangunan rumah di Jalan Lumba-lumba Kecamatan Samarinda Ilir yang hangus diamuk si jago merah 2 April pukul 19.45 WITA dan juga menelan korban jiwa seorang pria berinsial T berusia 42 tahun.
Yang terbaru musibah kebakaran kebakaran menghanguskan tiga bangunan tempat usaha di Jalan Kemuning RT 08 Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda 8 April kemarin. Seorang pria bernama Alex Sandra berusia 33 tahun tewas terpanggang di dalam bangunan yang terbakar.
Disdamkar pun tak henti-hentinya melakukan sosialisasi, imbauan serta arahan kepada masyarakat untuk tetapi waspada terhadap amukan si jago merah tersebut.
"Memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran aktivitas basyarakat memang melebihi bulan biasanya, seperti memasak, untuk itu jangan sampai ditinggal," jelas Hendra lagi.
Masalah kelistrikan yang semrawut juga perlu ada pembenahan, karena 50 persen lebih kebakaran di Kota Tepian disebabkan arus pendek.
"Tinggal masyarakatnya lagi harus lebih waspada dan satu rumah wajib memiliki satu APAR (alat pemadam api ringan) untuk penanganan awal jika terjadi kebakaran," ucapnya.
Editor: Aspian Nur