Penulis : Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Provinsi Kaltim beberapa waktu lalu berencana akan membangun flyover atau jalan layang di Jalan MT Haryono-Jalan Teuku Umar.
1 menit baca1.215 kali dibaca

Penulis : Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Provinsi Kaltim beberapa waktu lalu berencana akan membangun flyover atau jalan layang di Jalan MT Haryono-Jalan Teuku Umar.
Rencana pembangunan tersebut tentu sebagai upaya memecah arus kemacetan kendaraan yang biasa terjadi di persimpangan Karang Paci tersebut, termasuk mencegah terjadinya kecelakaan. Kepala Dinas (Kadis) PUPR-Pera Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menyampaikan, bahwa di tahun 2023 pihaknya sudah merencanakan adanya pembangunan flyover atau jalan layang. "Tentunya ini sebagai upaya kita, bukan hanya mengurangi kemacetan tetapi juga mencegah kecelakaan yang kerap terjadi di jalan tersebut," ucap Firnanda, Jumat (5/4/2024).
Dia menjelaskan, selama ini kawasan perempatan di Jalan MT. Haryono seringkali dipadati oleh kendaraan, apalagi di jalan tersebut merupakan akses menuju pergudangan di Jalan Ir Sutami, sehingga banyak kendaraan berat yang melintas.
Maka dari itu Firnanda mengatakan, pihaknya akan mulai melakukan beberapa tahap dalam perencanaan pembangunan flyover, seperti tahapan pra feasibility study (FS) atau pra studi kelayakan.
"Jadi untuk awal kita masih fokus pada pra studi kelayakannya, dan nanti jika hasilnya keluar tentu akan menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti ke tahap studi kelayakan," ujarnya.
Dia menerangkan, jikapun hasil studi kelayakannya sudah keluar, bisa saja tidak jadi dibangunkan sesuai rencana seperti flyover. "Karena memang dalam masa studi kelayakan ini hasilnya belum tentu juga harus di bangun flyover, bisa saja malah merekomendasikan adanya pelebaran jalan saja," katanya
Firnanda menuturkan, untuk pelaksanaan pra studi kelayakan akan dilakukan tahun ini hingga tahun 2025 mendatang. "Kita juga sudah siapkan anggaran kegiatan tersebut kurang lebih sekitar Rp 1 miliar," sebutnya.
Editor: Maruly Z






47 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 2 km Barat Kolaka
02 Okt 2026, 18:34:10 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG