Ratih (29), salah satu warga setempat menuturkan sebelum kebakaran, dirinya melihat lampu di rumahnya berkedip beberapa kali. Kala itu dirinya hendak beristirahat setelah seharian beraktivitas. Namun lantaran penasaran, ia mencoba mengecek ke dapur.
"Di dapur itu ada ventilasi udara kaca kecil, terus saya lihat seperti cahaya lampu atau api. Enggak lama kemudian ada yang teriak kebakaran. Saya langsung memberitahu keluarga, untuk lari ke luar rumah. Syukur tidak kena, hanya terdampak," katanya.
Beberapa menit kemudian, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda serta relawan tiba di lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH melalui Humas Heri Suhendra mengatakan upaya pemadaman memang sedikit menemukan kendala, karena akses masuk ke titik api yang sangat sempit. Juga ditambah dengan banyaknya warga yang berdiri menonton di pinggir jalan.
"Iya, akses masuk ke titik api itu sempit dan banyak warga yang menonton. Makanya proses pemadaman cukup terkendala. Itu kurang lebih selama satu jam baru bisa dikuasai," sebutnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga bangunan dan kendaraan roda empat yang dilahap api. "Kalau data kami ada tiga bangunan dan satu kendaraan roda empat yang terbakar, serta empat rumah terdampak," imbuhnya.
Terkait dugaan penyebab kebakaran, Heri mengaku belum bisa memastikan. Tetapi berdasarkan informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kebakaran disebabkan kompor yang ditinggal menyala.
"Kami belum tahu pasti ya, karena informasinya masih simpang siur. Tapi ada yang bilang, dugaannya itu kompor. Kalau pastinya masih dalam penyelidikan kepolisian," ujarnya.
Hanya berselang beberapa jam setelah itu, kebakaran kembali terjadi di Perumahan Pondok Surya Indah, Samarinda Utara, pada Senin (1/4/2024) sekitar pukul 01.30 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan satu bangunan yakni gudang sekaligus tempat tinggal, serta satu unit sepeda motor.
"Untuk TKP di Jalan PM Noor itu satu gudang dan satu unit sepeda motor. Gudang ini juga sekaligus tempat tinggal. Di situ ada dua keluarga yang jaga," tutur Heri.
Ditanya soal penyebab, informasi di lapangan menyebut berasal dari hubungan arus pendek alias korsleting listrik. Tetapi untuk pastinya, masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib.
"Kalau informasi awal yang kami terima akibat hubungan arus pendek. Tetapi kalau untuk penyebab pasti, kita tunggu dari pihak Kepolsiain," tutupnya.
Sementara Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Bitab Riyani mengatakan untuk saat ini dugaannya belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan. "Tetapi berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari rumah warga di lantai dua," katanya.
Untuk bangunan yang terbakar Bitab menyebut ada tiga rumah, dan terdapat empat rumah yang terdampak. "Ada tiga rumah yang terbakar, dan empat rumah terdampak," sebutnya.
Ditanya soal kerugian materil akibat musibah kebakaran tersebut, diperkirakan mencapai Rp500 juta. "Kerugian diperkirakan ratusan juta," pungkasnya. (*/kk)
Editor: Maruly Z