Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Tri Satria Firdaus mengatakan, kejadian ini bermula saat korban menanyakan uang gaji suaminya.
"Korban ini pertanyakan uang gaji suaminya kemana? Pelaku mengatakan itu sudah dikirim ke orang tuanya. Sehingga terjadi cekcok," kata Tri Satria Firdaus saat diwawancarai, Rabu (20/3/2024).
Dalam pertengkaran tersebut, kata Tri, pelaku mendorong korban hingga membentur dinding dan lantai, membuat korban tak sadarkan diri.
"Ini pengakuan sementara yang kami dapat dari tersangka, katanya dia hanya mendorong saja, tetapi ini masih kami dalami lagi, apakah ada tindakan lain yang dilakukan pelaku, hingga membuat korban meninggal dunia," terangnya.
Pelaku kemudian membawa istrinya itu ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam.
"Kemudian suaminya langsung bawa ke Rumah Sakit Atma Husada karena rumahnya dekat dari situ. Saat diperiksa, ternyata (korban) sudah meninggal," katanya.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka memar pada bagian dahi dan hidung, diduga akibat terjatuh saat didorong pelaku.
"Ada luka memar di bagian dahi dan hidung, akibat benturan pascadidorong pelaku," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan media ini, pascakorban dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung dibawa ke kamar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) guna dilakukan visum pada Senin (18/3/2024) sore lalu.
Setelah divisum, jenazah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan. (*/kk)
Editor: Maruly Z