Meski namanya musala, namun vibes tempat ibadah ini lebih kepada masjid, karena kemegahannya ditengah-tengah perkampungan dengan hutan asri dan tepat berada di sisi kiri lokasi wisata terkenal di Kota Tepian, Rumah Ulin Arya.
Jumat (8/3/2024) kemarin, Musala Ar Rayyan yang artinya adalah Kunci Surga, diresmikan Wakil Wali Kota Rusmadi Wongso dalam acara yang dihadiri seribu orang sejak usai salat Ashar hingga ba’da Maghrib.
Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Rumah Ulin Arya Sheila Achmad dalam laporannya sebelum peresmian musala tersebut menjelaskan, pembangunan musala tersebut berlangsung sekitar enam bulan diatas tanah wakaf dari H Achmad Husry yang juga pemilik Rumah Ulin Arya dan tanah wakaf dari Muhammad Guntariyadi. “Biaya pembangunan musala ini mencapai Rp7,8 Miliar semuanya bersumber dari para donator,” ujar Ella, sapaan akrab Sheila Achmad.
Sementara mewakili Direksi Rumah Ulin Arya, Surya Sili menjelaskan kalau musala tersebut dibangun atas dasar melihat banyaknya masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata Rumah Ulin Arya.
“Banyak warga yang datang ke Rumah Ulin mereka salat Zuhur dan Ashar sementara musala yang lama kami nilai perlu ada perbaikan, karena itu atas kesepakatan bersama kami bangun musala baru ini yang diharapkan jadi penunjang obyek wisata yang ada di kawasan ini,” papar Surya.
Selain peresmian musala, acara dirangkai dengan haul ke-18 Hj Maimunah Binti H Muhammad Yasin, ibunda Achmad Husry dan salat Maghrib berjamaah serta makan bersama.
Diantara undangan yang hadir pada peresmian musala tersebut adalah dua mantan Wakil Gubernur Kalimantan Timur KH Farid Wajdy dan H Hadi Mulyadi, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalimantan Timur Prof Dr H Masjaya MSi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur KH Muhammad Rasyid, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda Syaparudin, Pengasuh Majelis Ta'lim Nurul Amin KH Muhammad Zhofaruddin (Guru Udin), dan undangan lainnya.
Masjaya merasa takjub dengan keberadaan Musala Ar Rayyan. “”Kami tak menyangka ada musala semegah ini. Tentu DMI Kaltim menyambut baik kehadiran Musala Ar Rayaan karena menambah perbendaharaan rumah ibadah umat muslim di kota ini,” ujar Masjaya.
Peresamian musala ditandai dengan pengguntingan pita di depan empat pintu utama oleh Rusmadi Wongso didampingi Achmad Husry bersama para ulama dan dan beberapa tamu kehormatan lainnya.
Rusmadi saat memberikan sambutan sebelum peresmian menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar Achmad Husry dan juga Muhammad Guntariyadi beserta seluruh donatur yang terlibat dalam proses pembangunan musala ini. “Pembangunan Musala Ar Rayyan sangat sejalan dengan misi Pemerintah Kota Samarinda, yaitu untuk mewujudkan warga kota yang religius, unggul dan berbudaya,”ujar Rusmadi.
"Ini juga sesuai dengan keinginan semua, mewujudkan Samarinda sebagai sebuah kota yang bersih, kota yang sehat, kota modern dan terutama kota pusat peradaban," tegasnya.
Informasi yang dihimpin Korankaltim.com, ide awal pembangunan Musala Ar Rayaan adalah kubus seperti Ka'bah, lalu seiring waktu desain berkembang dengan mengadopsi unsur-unsur modern dan budaya Indonesia yang terlihat pada pada pilar dan lengkungan setengah lingkaran karena jika mengacu pada arsitektur masjid Timur Tengah bentuk lebih menyerupai bawang, sementara arsitektur Musala Ar Rayyan adalah post modern, arsitektur modern yang tidak meninggalkan kaidah-kaidah budaya.
Usai peresmian musala, masyarakat yang hadir mendapat bingkisan sembako dari Achmad Husry dengan jumlah total mencapai seribu bingkisan.
Editor: Aspian Nur