Panen raya ini sendiri dilakukan di areal persawahan seluas 130 hektare, di mana, panen ini dikatakan berhasil dan terjadi peningkatan produksi. “Momentum atau kegiatan ini, bahwa ini sangat bermanfaat, di mana menambah cadangan beras kita di Samarinda yang saat ini dalam kondisi sudah sangat cukup,” ujar Andi Harun kepada awak media.
Dia menjelaskan, ketersedian cadangan beras bukan hanya untuk mengantisipasi Ramadan dan Idulfitri, tapi cadangan yang ada per hari ini bisa mencukupi kebutuhan sampai dengan bulan Juni. Menurutnya, dengan dilakukannya panen raya ini, semakin membuktikan kepada masyarakat, bahwa Samarinda tidak akan terjadi kelangkaan beras.
Bertemu dengan para petani, pria yang akrab disapa AH itu juga memberikan kesempatan bagi mereka menyampaikan kebutuhannya. “Kebutuhan akan perluasan lahan sawah, tadi disampaikan ada lahan 30 hektare dan 20 hektare yang memerlukan perluasan dan tadi kami sudah menyanggupi untuk melakukan perluasan sawah,” bebernya.
“Di mana, kami melakukan pencetakan sawah pada lahan 30 dan 20 hektare. Tadi juga ada lahan masyarakat, tokoh di sini yang kurang lebih sekitar 30 hektare, saya langsung telpon yang bersangkutan,” lanjutnya.
AH mengaku, jika tokoh tersebut hadir dan langsung menyetujui lahannya digunakan oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Apalagi memang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lahan 30 hektare terakhir ini termausk dalam cadangan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sama halnya dengan Kapolres Samarinda, dan Dandim bersedia meminjamkan lahannya untuk dipakai oleh warga. “Beliau bersedia lahannya dipinjam petani, ini akan menabah lahan persawahan kita yang akan menjadi sarana untuk menambah luas lahan pertanian, khususnya padi,” bebernya.
Disamping itu, di sekitar sawah tersebut memang terdapat bendungan, di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Orang nomor satu di Samarinda itu mengaku sudah menginstruksikan PUPR Kota Samarinda untuk berkomunikasi dengan Kementrian PUPR sekaligus melakukan peninjauan. “Karena terdapat sendimentasi yang sangat serius dan pintu air yang diduga rusak, dan dalam tahun ini kita akan berusaha untuk memfungsikan lahan tersebut untuk memberikan dukungan pada persediaan untuk tanah persawahan kita,” pungkasnya.
Editor: Maruly Z