Sebelumnya, pada pelunasan Bipih tahap pertama, Ketua Tim Penyelenggara Tugas dan Fungsi (Tusi) Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji, Kabul Budiono menyebutkan, berdasarkan data yang telah dihimpun baru ada sekitar 76 persen calon jemaah haji yang membayar lunas.
"Jadi baru ada sekitar 2.540 calon jemaah haji di Kaltim yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji pada tahap pertama lalu," ucap Kabul, Jumat (1/3/2024).
Dia menjelaskan, dalam pelunasan tahap kedua ini dikhususkan kepada para jemaah yang di tahap pertama lalu gagal melakukan pembayaran karena gagal sistem.
"Gagal sistem bisa karena faktor jaringan atau istitoah-nya belum keluar, sehingga terkendala untuk pelunasan tahap satu," ujarnya.
Kemudian juga menurutnya di tahun ini ada kebijakan pemerintah dalam menggabungkan jemaah lanjut usia (lansia), mahram, dan disabilitas.
"Yang dua tahun lalu (2022-2023) ditiadakan, tetapi memang tahun-tahun sebelumnya penggabungan mahram dan pendamping lansia itu sudah ada," katanya.
Kabul mengatakan, mengapa di 2 tahun sebelumnya penggabungan mahram dan pendamping lansia ditiadakan karena kuota haji yang dikurangi bahkan mencapai 50 persen.
"Tetapi di tahun 2024 ini kembali diadakan, makanya pelunasannya dibuka pada tahap kedua di bulan Maret," sebutnya.
Dirinya menegaskan, kuota haji untuk Kalimantan Timur ada sekitar 2.738 calon jemaah, sehingga di tahap kedua ini pasti akan tercukupi.
"Jadi bagi calon jemaah cadangan dan pendamping lansia mereka akan melunasi dengan pernyataan bersedia melunasi dan siap tidak berangkat, jadi mereka tidak menuntut ketika tidak berangkat," jelasnya.
Editor: Maruly Z