Pada Selasa (27/2/2024) hari ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) meninjau langsung progres pengerjaan untuk dua segmen tersebut.
Teknik Jalan dan Ahli Pratama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan mengaku pengerjaan terowongan masih terus dilakukan dan hingga saat ini presentase pekerjaan sudah mencapai 39,7 persen.
“Sejauh ini kita masih dalam skedul, mudah-mudahan sampai akhir tahun ini kita bisa selesaikan pekerjaan. Kalau semuanya lancar, kita masih optimis untuk akhir tahun (selesai),” kata Rezky, Selasa (27/2/2024).
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya menggunakan New Austrian Tunneling Method (NATM), atau tidak menggunakan sistem bor dalam pengerjaan terowongan tersebut, melainkan hanya menggunakan galian mekanis dengan alat eksavator, dan drill jumbo.
Dia menjelaskan, dengan trase sepanjang 700 meter dan panjang struktur tunel inti 400 meter, terowongan Selili ini termasuk yang berjarak lumayan pendek, sehingga belum dianjurkan menggunakan tunnel bor mesin (TBM).
“Gambarannya memang seperti NATM itu tadi, sehingga tunnel (terowongan) dikerjakan dengan alat bantu tadi, kita bantu perkuatan lebih karena berbeda treatmen (perlakuan) ketika kita membuat terowongan bendungan. Kan kalau jalan yang lewat nyawa orang ini, jadi kami doubel proteksi,” tegasnya.
Sementara itu Ketua TWAP Samarinda, Syaparudin memberikan respon yang positif. Pengerjaannya hingga pagi tadi untuk segmen Sultan Alimuddin sudah mencapai kepanjangan 143 meter, dan terus dikerjakan.
Pada sisi Jalan Kakap tengah dalam proses penataan tebing agar kokoh dan kuat yang dilakukan bersamaan dengan pengerjaan pengecoran jalan di depan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam.
“Agar kuat menuju arah terowongan, dan Alhamdulillah pihak masyarakat nampaknya menerima proyek ini dengan baik dan responnya sangat positif, fasilitasi dari pemerintah sudah dilakukan untuk jalannya disediakn oleh pihak perusahaan, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu,” jelas pria yang akrap disapa Syapar itu.
Dia juga optimis dengan pengerjaan dari dua arah ini bisa tembus di bulan Oktober 2024 mendatang. Dia juga berharap pada akhir 2024 mendatang proyek tersebut bisa diresmikan oleh Wali Kota Samarinda, dan bisa segera difungsikan untuk masyarakat. Menurutnya, secara fungsional adanya terowongan ini dinilai penting untuk masyarakat Samarinda agar arus lalu lintas yang selama ini terkenal padat di Gunung Manggah bisa terurai.
Editor: Maruly Z