Alasannya, bukan karena ada beberapa anggota organsisasi tersebut yang jadi kontestan tapi karena memang diperlukan adanya pengawalan.
Hal ini disampaikan Komandan Komando Inti (Koti) Mahatidana PP Samarinda Dandri Dauri kepada Korankaltim.com Senin (19/2/2024) hari ini.
“Kami memberikan perhatian khusus terkait perhitungan suara karena kami melihat lambatnya kerja dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) karena pleno juga sudah terlewati,” ujar Dandri. “Selain itu adanya masukan dari kader maupun diluar kader kami terkait adanya indikasi penggelembungan dan pengurangan suara pada caleg tertentu,” ungkap Dandri yang juga manajer Borneo FC ini.
PP Samarinda menurunkan personel ke seluruh kecamatan atau tempat berlangsungnya pleno untuk melakukan pengawasan tersebut, jumlahnya sekitar 10 sampai 15 orang dimasing-masing kecamatan yang diharapkan bisa membantu kerja petugas yang ada.
Editor: Aspian Nur