Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Tri Satria Firdaus saat dikonfirmasi, Senin (19/2/2024) hari ini.
"Jadi keterangan awal dari Inafis tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, tetapi untuk meyakinkan keluarganya akan dilakukan autopsi, dan keluarganya juga bersedia," tuturnya.
"Tujuannya, supaya kita mengetahui pasti penyebab kematian almarhumah ini, biar sama-sama terang," sambungnya.
Terkait identitas jasad perempuan tersebut, diketahui bernama Bertha (56) warga Handil Bakti, Palaran. "Identitas sudah diketahui dan kami telah berkoordinasi dengan pihak keluarganya," sebutnya.
Ditanya bagaimana wanita itu bisa berada di apotek tersebut, memang keterangan dari karyawan, beberapa hari sebelumnya wanita tersebut memang datang ke apotek dan meminta izin menumpang ke toilet.
"Izin bilang mau ke belakang (toilet), setelah itu tidak diperhatikan lagi sama karyawannya, dikira sudah pergi, kan posisi apotie lagi ramai saat itu," ungkapnya.
"Dan keterangan dari keluarganya dia pergi berobat, dan tidak tahu juga kalau ke apotek, perginya dia sendiri, setelah itu tidak ada kabar lagi," sambungnya.
Tak hanya itu saja, berdasarkan keterangan pihak keluarga juga memang almarhumah ini sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam. "Katanya pernah jalani perawatan di sana (RSJD)," singkatnya.
Kembali ditanya soal kapan rencana akan dilakukan autopsi terkait jasad wanita yang ditemukan dengan kondisi membusuk itu, Satria menyebutkan Senin (19/2/2024) hari ini. "Rencana hari ini akan dilakukan autopsi," pungkasnya.
Editor: Maruly Z