Diskusi publik itu mengusung tema 'Mendorong Partisipasi Pemilih Muda untuk Indonesia Emas 2045" di Warkop Bagios pada Selas (13/2/2024). Diskusi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya pemuda, untuk aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan yang akan digelar 14 Februari 2024.
Diskusi i menghadirkan dua narasumber, yaitu Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Samarinda, Tumenggung Udayana dan Akademisi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Andy Akbar. Kedua narasumber memberikan paparan tentang pentingnya partisipasi pemuda dalam proses demokrasi dan dampaknya bagi masa depan Indonesia.
Tumenggung Udayana menyampaikan, pemuda memiliki peran penting dalam politik, karena keputusan yang dibuat pada hari pemilihan ini akan membentuk masa depan kita. Dia menggarisbawahi bahwa keikutsertaan aktif dalam pemilihan adalah cara untuk menunjukkan independensi dan memperjuangkan perubahan yang diinginkan.
"Pemuda adalah agen perubahan. Jangan sampai kita menyerahkan masa depan kita kepada orang lain. Kita harus berani menggunakan hak pilih kita untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan aspirasi kita," ujar pria yang kerap disapa Agung ini.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak golongan putih (golput), karena hal itu sama saja dengan menyerahkan hak kita kepada orang lain. Dia menegaskan bahwa golput bukanlah solusi yang membangun, melainkan sikap apatis yang merugikan diri sendiri dan bangsa.
"Jangan golput, karena golput adalah pengkhianatan terhadap demokrasi. Golput adalah sikap yang tidak bertanggung jawab terhadap masa depan kita. Golput adalah kehilangan suara kita dalam menentukan nasib kita," tegasnya.
Sementara itu, Andy Akbar menjelaskan bahwa pada pemilu 2019, pemilih dari kalangan milenial dan generasi Z menjadi sorotan utama. Dia menyoroti tingginya antusiasme pemuda dalam proses pemilihan di berbagai daerah.
Dia menegaskan bahwa golput tidak akan membawa perubahan yang diinginkan. Andy menekankan bahwa pemuda memiliki peran kunci dalam membentuk masa depan, dan mengajak semua orang untuk menggunakan hak pilih mereka sebagai warga negara aktif.
"Dunia berada di tangan pemuda. Mari kita ajak semua orang untuk memilih. Perubahan dimulai dari langkah kecil pemuda. Mari gunakan hak pilih kita besok di TPS," jelasnya.
Sebagai informasi JMS adalah sebuah komunitas yang beranggotakan jurnalis-jurnalis muda yang bergerak di bidang media massa. JMS berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, objektif, dan edukatif bagi masyarakat.
Editor: Maruly Z