Sidak ini untuk melihat kesiapan pelayanan publik di tengah pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Rute pertama diawali dengan sidak ke RSUD AWS. Di sana, Pj gubernur mengunjungi beberapa ruangan, khususnya bagian unit rawat jalan yang tetap harus buka meski tengah berlangsung pemilihan umum (pemilu).
“Pelayanan publik yang tetap harus berjalan, walaupun kita harus tetap melaksanakan pesta demokrasi. Di dalam regulasi, pelayanan publik harus tetap berjalan, karena hak warga untuk mendapatkan pelayanan. Tidak boleh terganggu,” ujar Akmal Malik pada awak media.
Dia mengaku, memang sengaja menaruh RSUD AWS pada urutan pertama sidak, karena ini merupakan pelayanan mendasar bagi masyarakat. Meski tak menjelaskan secara pasti mekanisme pelayanan pada saat Pemilu, namun kendala datang dari sisi pasien dan keluarganya. Di mana, RS AWS merupakan rumah sakit rujukan yang pasiennya datang dari 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim.
“Tidak hanya Kaltim, tapi juga luar Kaltim ada. Kita ingin segera konsolidasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar jangan sampai hak-hak warga yang datang ke rumah sakit terganggu,” tegasnya.
Beberapa tenaga kesehatan (nakes) juga tetap menyalurkan hak pilihnya. Bahkan beberapa dokter yang didatangkan dari Jakarta kini sudah mendapatkan kartu pemilih di Samarinda, meskipun KTP-nya bertatus warga Jakarta.
Bahkan dia mengaku jika masih banyak nakes yang berstatus warga luar Kaltim. Namun, beruntungnya, mereka sudah difasilitasi dan bisa menyalurkan hak pilihnya. Rute sidak selanjutnya ada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim yang berada di Jalan MT Haryono dan Samsat Samarinda yang ada di Jalan Wahid Hasyim I.
“Kita di sini tidak hanya untuk mengecek tentang kesiapan pelayanan publik di hari Pemilu kan. Tetapi juga melihat capaian-capaian dari sini. Karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita harus meningkat,” terangnya.
“Walaupun PAD kita selalu di atas target, itu bisa jadi karena targetnya dibuat tidak maksimal. Tetapi melihat langkah-langkah yang dibuat Bapenda, kita apresiasi,” lanjutnya.
Perjalanan juga dilanjutkan hingga ke Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) yang terletak di Jalan Dewi Sartika. Terakhir, orang nomor satu di Kaltim itu juga mengujungi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pink yang viral di media sosial (medsos) yang terletak di Kecamatan Samarinda Ilir.
Editor: Maruly Z