Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik pun memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan hidup kerbau rawa tersebut. Kabar kalau kerbau rawa mulai terancamnya tentu harus menjadi atensi semua pihak.
"Kerbau rawa masuk dalam satu diantara kearifan lokal yang keberadaannya saat ini mulai agak punah karena adanya industri perkebunan kelapa sawit yang cukup banyak," ujar Akmal Malik kepada Korankaltim.com Rabu (7/2/2024).
Kabupaten Kutai Barat jadi daerah yang memiliki populasi kerbau rawa. "Saya juga sudah ingatkan bupati Kutai Barat karena wewenang perizinan industri kelapa sawit ada dengan dia dan dalam pemberian izin harus diperhatikan betul jangan sampai mengganggu ekosistem kerbau rawa," tegas Akmal.
Pengembang industri juga diingatkan jangan sampai perkebunan malah mengganggu ekosistem yang sudah ada selama ini. "Kerbau rawa merupakan kearifan lokal yang sudah hadir sejak kita ini belum ada dan hal tersebut harus ditindaklanjuti oleh bupati Kutai Barat," ucap Akmal.
Editor: Aspian Nur