Pria 41 tahun kepada Korankaltim.com menjelaskan, saat itu dirinya sedang merintis lahan miliknya yang berada tepat di belakang rumahnya. "Saya lagi bersihin lahan, terus tiba-tiba parang saya terkena besi, terus saya angkat untuk diamankan, awalnya tidak tahu kalau granat," ujar Samlan.
Samlan angsung melaporkan kepada ketua Rukun Tetangga (RT) setempat yang langsung diterukan dengan melaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bantuas.
"Pak RT bilang itu seperti granat, makanya langsung lapor ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa, tidak lama datang personel Polsek Palaran dan Tim Gegana Brimob Batalyon B Samarinda Seberang, untuk mengevakuasi," jelas Samlan lagi.
Proses pengamanan granat tersebut dilakukan tim Gegana kurang lebih 15 menit setelah itu langsung dibawa ke Mako Brimob. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bantuas Aipda Hildes Tefi yang ditemui dilokasi mengatakan awalnya pihaknya mendapat laporan dari Ketua RT setempat, terkait temuan granat tersebut.
"Awalnya ada laporan pak RT, terus saat dicek ternyata bahan peledak (granat), itu ditemukan warga saat membersihkan lahan, itu terkena parang, makanya bunyi, terus diangkat ke atas sini, sampai rumah," ujar Hildes.
Kondisi granat itu diduga masih aktif karena cincin pengait masih ada atau utuh. "Kalau dilihat masih aktif, kancingannya masih utuh tetapi bahan lama, karena kondisinya berkarat," jelasnya.
Diakuinya warga Bantuas kerap menemukan alat peledak berupa granat. "Iya sering, tetapi sudah tidak aktif lagi, kalau ini kondisinya masih utuh," tutup Hildes.
Editor: Aspian Nur