Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi didapuk menjadi pemimpin upacara dan menyampaikan laporan kepada inspektur upacara yakni Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Dalam penyampaiannya, pria yang akrab siapa AH itu menyampaikan Samarinda setengah abad lalu hanyalah sebuah kampung besar yang pertumbuhannya didorong oleh kekuatan oleh emas hijau dan emas hitam.
“Namun, hanya dalam waktu 13 tahun, jumlah penduduk di Samarinda bertambah hingga 200 ribu, dari 609.30 jiwa pada 2009, menjadi 834.824 jiwa pada 2023,” ungkap AH, sapaan akrabnya.
Angka tersebut diperkirakan menjadi satu juta dalam beberapa waktu dan diperkirakan akan menajdi metropolitan dimasa yang akan datang. Apalagi Kalimantan Timur ditunjuk menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mana Kota Tepian ambil bagian sebagai kota penyangga. “Tidak hanya pertumbuhan penduduk, Samarinda juga adalah kekuatan ekonomi yang tidak terbendung, berada di jantung provinsi dan menghantarkan Kaltim menuju puncak perekonomian nasional,” sebut AH.
Khusus dalam perdagangan dan jasa Samarinda menunjukkan kehebatannya. Bukan sekadar ibu kota, tapi Samarinda menjadi pusat kehidupan dan peradaban di Kaltim. Bahkan, sejarahnya merentan kembali ke Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 ketika Pemkot Samarinda mulai terbentuk.
“Sekarang saatnya bersinergi menuju Samarinda yang makin maju, sesuai dengan tema yang kita angkat yakni Bergerak Bersama Samarinda Makin Maju,” tegas AH.
Editor: Aspian Nur