Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, bahwa untuk saat ini proses pembangunan jalan penghubung tersebut hanya menyisakan sedikit pengerjaan . "Insyaallah Januari akhir itu (jalan) bisa dibuka, tinggal pengerjaan di bagian gorong-gorong dan sedikit cor," ucap Firnanda, Selasa (16/1/2024).
Selain itu menurutnya, masih ada pengerjaan pada saluran airnya, dan pengerjaan tersebut akan dimaksimalkan. "Saat ini kita juga masih menunggu ada pengerjaan pipa PDAM, Insyaallah nanti kalau sudah selesai semua sudah bisa dilalui kendaraan," katanya.
Nanda sapaannya menjelaskan, pada dasarnya pembangunan jalan tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2023, namun karena adanya keterlambatan maka jalan tersebut baru rampung awal tahun.
"Karena keterlambatan itu pasti kontraktornya akan dikenakan denda, dan mereka tidak menerima pembayaran di bulan Januari ini," ujarnya.
Adapun akses jalan yang dibangun papar Firnanda memiliki lebar sekitar 20 meter dan panjang jalan 290 meter. "Proyek pengerjaan akses penghubung Jalan S Parman menuju Jalan KH Samanhudi mulai dikerjakan pada triwulan 4 tahun 2023, dengan pembiayaan sebesar Rp10 miliar dari Perubahan APBD Kaltim 2023," terangnya.
Firnanda juga mengungkapkan, dalam proses pembangunan pihaknya sempat memiliki kendala karena adanya tempat pembuangan sampah (TPS) di lokasi tersebut. "Tetapi sekarang kita sudah memberikan sebagian lahan Pemprov untuk TPS, dan nanti untuk bangunan TPS-nya akan dilanjutkan oleh Pemkot, yang jelas Pemprov sudah menyediakan lahannya," terangnya.
Dia berharap, dengan adanya jalan penghubung antara Jalan S Parman - Jalan KH. Samanhudi bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mempercepat akses warga dalam bepergian.
Editor: Maruly Z