Menurut Ketua RT 01 di Kelurahan Teluk Lerong, Rahmat mengaku bahwa rencana penggusuran tersebut bakal berlangsung di bulan Februari. “Rencananya itu bulan Februari sih, tapi hanya dikabari begitu saja. Denahnya juga sudah diberikan terkait dengan penggusuran,” ujar Rahmat, Selasa (16/1/2024).
Kendati demikian, dia bersama beberapa warga terdampak lainnya berharap agar penggusurah dilakukan setelah Lebaran Idulfitri, lantaran masih banyak warga yang ingin kumpul bersama keluarga merayakan hari raya di lokasi tersebut.
Meski rencananya eksekusi bangunan rumah warga dilakukan pada Februari 2024 ini, hingga kini warga masih belum menerima pembayaran kompensasi dari Pemkot Samarinda.
“Administrasi sudah lengkap, semua warga yang terdampak ini. Jadi hanya tinggal menunggu pembayaran saja, tetapi kita berharap (eksekusi) setelah lebaran lah,” terangnya.
Dia juga mengaku hingga saat ini belum mengetahui berapa besaran uang yang akan dibayarkan oleh Pemkot kepada masing-masing kepala keluarga, padahal waktu eksekusi sudah mendekati rencana pelaksanaan.
“Saya berharap kalau (rumah) mau dibongkar kami harus tau nilainya dulu. Jadi baru usul-usul saja, makanya yang terdampak ini sudah ditandai pakai nomor,” terangnya.
Pengukuran sendiri terakhir kali dilakukan Pemkot pada November atau Desember 2023 lalu. Dan saat ini pihaknya hanya menunggu pembayaran. Namun, besar harapan pihaknya selain menyediakan pembayaran, Pemkot juga menyediakan lokasi relokasi seperti pernah diutarakan pada tim yang bertugas mengukur beberapa rumah yang akan digusur.
Editor: Maruly Z