Hal itu diungkapkannya lantaran sering didapati saat pihaknya melakukan kunjungan lapangan, ada beberapa pekerjaan yang terlambat selesai ditarget yang telah ditetapkan. Menurutnya, keterlambatan pengerjaan proyek bukan hanya tangggungjawab dan kesalahan pihak kontraktor saja.
“Karena kita (DPRD) beberapa kali terjun ke lapangan, itu kita mendapatkan kesalahan tidak selesai (proyek) itu tidak hanya kesalahan kontraktor saja. Tapi ada beberapa titik yang kesalahan dari konsultan,” kata Celni, Senin (15/1/2024).
Seperti pernah diuraikan, baik PUPR maupun Wali Kota Samarinda akan memberikan denda bagi kontraktor yang lambat atau tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu. Maka, dengan alasan itu, Celni meminta pihak terkait untuk bisa memberikan sanksi yang sama terhadap konsultan yang molor dalam pengerjaan proyek.
“Contoh, konsultan sudah membuat desain kemudian pada saat ke lapangan ternyata tidak sesuai dari perencanaan dia. Itu juga akhirnya apa? Butuh waktu lagi, buat menyusun kembali, waktu itu terbuang sia-sia menunggu saja,” urainya.
Bahkan konsultan dalam perencanaan atau menyusun desain dibutuhkan waktu sekitar dua bulan. Dia juga memberikan contoh saat final di Juli, namun para pekerja juga harus menunggu terkait perencanaan dari konsultan.
Jarak antara bulan Agustus sampai dengan November hanya dihabiskan untuk menunggu perencanaan dari konsultan saja. Maka untuk pengerjaan mereka sangat sempit. “Agustus sampai November hanya perencanaan, jadi waktu bekerja itu terbuang isa-sia. Nah mungkin dari PUPR bisa melakukan revisi atau rapat terkait konsultan, karena konsultan ini sangat penting sekali bagi berjalannya pembangunan di Samarinda,” tegasmnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Samarinda Desi Damayanti menyatakan bakal melakukan evaluasi terhadap beberapa konsultan yang membuat pekerjaan menjadi lambat. “Kami meminta maaf dan terima kasih terhadap saran yang diberikan anggota dewan. Selanjutnya kami juga akna melakukan evaluasi terhadap beberap konsultan seperti yang disarankan,” tutupnya.
Editor: Maruly Z