Satu diantara keluhan yang mencuat adalah fasilitas tenda yang kurang, bahkan banyak pedagang yang harus berjualan tanpa tenda, hal yang tak pernah dialami sebelum transisi pengelola terjadi di awal tahun 2024 ini.
Diketahui Wisbel di Gelora Kadrie Oening dibuka atas kesepakatan beberapa pihak seperti Unit Pengelola Teknis Daerah Pengelola Prasarana Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (UPTD PPO Dispora Kalimantan Timur, Bank Kaltimtara dan pengurus baru Wisbel.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Suryadi Gunawan selaku pengelola yang baru menyebut proses transisi tidak lama. Ada jarak selama dua pecan namun diakuinya secara administrasi agak lambat.
"Ini yang membuat belum maksimal, yang pasti saya di lapangan, sudah tahu kondisinya pertama setelah peralihan kontrak dengan pengelola yang lalu sama dan kontrak yang baru ini memang ada pergantian" jelas Suryadi kepada Korankaltim.com Senin (8/1/2024).
Tenda Wisbel yang sudah tidak layak pakai dianggap mengganggu aktivitas jual beli, karena itulah untuk sementara disisihkan dan akan diganti. "Besi yang ada di tenda-tenda samping itu semua banyak yang rusak dan tidak layak, contoh besinya juga ada yang tipis saya lihat sendiri, termasuk ada plastic tenda yang robek tidak ada yang utuh," papar Suryadi yang juga mantan pegulat Kalimantan Timur dan Indonesia ini.
Suryadi sudah berkoordinasi dengan Bankaltimtara untuk pengadaan tenda yang baru. Apa yang terjadi saat ini dimana tenda kurang buntut dari pergantian kepengurusan Wisbel membuat beberapa hal belum terselesaikan.
"Sudah kami sampaikan kepada para pedagang, baik pedagang yang menggunakan tenda maupun lapak, perlu kerjasama saat transisi ini, yang jelas kami mencoba fasilitasi dengan catatan bekerjasama," tutup Suryadi.
Editor: Aspian Nur