Dalam rekaman video tersebut seorang pemotor sambil merekam aksi kejar-kejaran tersebut bersama dengan beberapa motor lainnya, sambil berteriak maling.
Dalam rekaman itu, tampak pula dua orang yang berboncengan tak mengenakan helm berusaha menghentikan laju kendaraan mobil double cabin itu dan bahkan hampir terserempet, tetapi upaya itu gagal, lantaran mobil masih terus melaju.
Hingga akhirnya, tepat di simpang empat traffic light Suryanata, mobil sempat terhenti lantaran lampu lalu lintas menyala merah. Dan pria yang dibonceng sempat turun, tetapi saat lampu kuning, mobil langsung tancap gas menuju arah Tenggarong, dan pengejaran terus terjadi, tetapi mereka kehilangan jejak saat di gunung sampah.
Dikonfirmasi terkait aksi kejar-kejaran itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Yasir mengatakan, dari informasi yang diterima, bahwa kejar-kejaran itu bermula dari Jalan Pahlawan, tepatnya di seberang Pasar Segiri hingga ke Jalan Suryanata.
"Awalnya itu gara-gara motor korban ini digelapkan oleh pelaku, kejadian sebulan lalu, dan korban mengajak pelaku bertemu, tetapi karena melihat korban bersama teman-temannya, akhirnya kabur," tuturnya.
"Makanya langsung kejar-kejaran, diteriakin maling. Tetapi, kami sarankan korban laporan di Polsek, tempat penggelapan, dengan membawa kelengkapan surat-surat motornya," sambungnya.
Lanjut kata Yasir, informasinya kejadian penggelapan itu di Jalan Kebaktian, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. "Ternyata bukan maling, soal penggelapan motor sebulan lalu, seharusnya dia laporan waktu itu, jadi kami bisa dampingi," pungkasnya.
Dan saat ini pihak kepolisian pun masih menelusuri keberadan terkait pelaku yang mengemudikan mobil Triton tersebut.
Editor: Maruly Z