Novi mewakili pihak pengembang perumahan didampingi perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda menyampaikan hal tersebut kepada Korankaltim.com beberapa waktu lalu.
"Kami berterima kasih kepada Pemkot Samarinda yang telah memberi kesempatan untuk menjelaskan situasi yang terjadi di kawasan M Said yang berbatasan dengan proyek kami. Kami telah menyampaikan secara komprehensif kronologi kejadian, langkah-langkah yang sudah kami lakukan dan penanggulangan yang kami siapkan agar situasi dapat kembali normal sesuai dengan harapan warga," kata Novi.
Menurut Novi, ada dua hal yang dijelaskan dalam public hearing yaitu aspek teknis dan non teknis. Aspek teknis berkaitan dengan penyebab dan solusi dari bergesernya penahan tanah yang terjadi pada Jumat, 29 Desember 2023 lalu, yang mengakibatkan rumah warga terdorong. Aspek non teknis berkaitan dengan perizinan, tujuan, dan tanggung jawab proyek The Premiere Hills.
"Secara teknis, kami telah melakukan geo scan di beberapa titik sebelum membuat penahan tanah, sehingga kami sudah menghitung resiko yang mungkin terjadi. Kami juga telah mengikuti SOP yang berlaku, yaitu berkonsultasi dengan pihak-pihak yang ahli di bidangnya. Tim kami terdiri dari tim geo force dan tim proyek yang bekerja dengan hati-hati," ujar Novi.
Pengembang perumahana telah menyiapkan tiga langkah konkrit untuk menangani dampak bergesernya penahan tanah, yaitu melakukan evakuasi dan bantuan kepada warga yang terdampak, termasuk menyediakan tempat tinggal sementara dan kebutuhan sehari-hari. Langkah selanjutnya, membeli tiga rumah yang terdampak untuk membebaskan lahan dan menjaga keamanan warga. Selanjutnya, menyiapkan skenario teknis permanen untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Secara non teknis, kami menegaskan proyek kami memiliki landasan hukum yang kuat dan akan disesuaikan dengan UU Cipta Kerja yang baru. Proyek kami bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Samarinda, dan kami memiliki komitmen tinggi untuk bertanggung jawab atas aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan," tutup Novi.
Pemerintah Kota Samarinda akan terus mengawasi komitmen dari pengembang proyek properti The Premiere Hills yang berkomitmen akan memberikan solusi konkrit bagi warga yang rumahnya terdorong akibat bergesernya penahan tanah di kawasan M Said tersebut
"Jangan sampai komitmen itu tidak terlaksana, mengingat dampaknya kepada rumah warga sekitar. Kami akan terus mengawasi dan menindaklanjuti perkembangan kasus ini," ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda Sam Syaimun.
Pemkot tidak akan tinggal diam jika komitmen tersebut tidak dilaksanakan oleh pengembang. Mereka juga telah mengingatkan para pengembang untuk lebih mengutamakan tanggung jawab sosialnya, daripada hanya sekadar mengejar keuntungan.
"Kami harap pengembang bisa bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh proyeknya. Jangan sampai ada korban jiwa atau kerugian materi yang lebih besar lagi," ucap Sam.
Pemkot juga sudah melakukan rapat bersama pengembang The Premiere Hills dan telah membuat notulen rapat yang berisi komitmen pengembang untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Tinggal bagaimana pengembang tersebut menjalankan komitmennya. Kami akan terus memantau dan mengawal prosesnya," pungkas Sam.
Editor: Aspian Nur