Sebelumnya, sejak tahun 2021 bandara yang berlokasi di Kelurahan Sungai Siring, Kota Samarinda resmi melayani penerbangan subsidi angkutan udara perintis. Seperti disampaikan Kepala Bandara APT Pranoto, Maeka Rindra Hariyanto melalui Kasi Teknik dan Operasi, Dwi Muji, bahwa di tahun 2024 pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk subsidi angkutan udara koordinator wilayah (Korwil) Samarinda sebesar RP24.264.731.000.
"Dengan jumlah tersebut tentu kita ingin ada peningkatan khususnya bagi penerbangan di beberapa wilayah di Kaltim yang terhubung dengan bandara APT Pranoto," ucap Muji, Kamis (4/1/2023).
Dia menerangkan, subsidi tersebut perlu dialokasikan karena penerbangan antar wilayah di dalam provinsi Kaltim memiliki biaya yang cukup mahal, maka dari itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mensubsidi penerbangan perintis agar masyarakat bisa menjangkau harga tiket guna kepentingan dalam bepergian.
Saat ditanyakan adakah penambahan rute penerbangan di tahun ini, Muji menyebutkan tidak ada penambahan, tetapi hanya ada penambahan frekuensi. "Jadi hanya ada penambahan frekuensi, seperti Samarinda - Dawai yang awal 2 kali penerbangan menjadi 4 penerbangan, lalu Samarinda - Long apung yang semula 2 penerbangan di tahun ini menjadi 4 kali penerbangan," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan untuk penerbangan Samarinda - Maratua yang awalnya hanya tersedia 2 kali penerbangan sekarang menjadi 3 kali penerbangan, serta Datah Dawai - Melak semula 1 penerbangan menjadi 2 penerbangan.
"Penambahan frekuensi ini juga berdampak pada penerbangan Samarinda - Muara Wahau semula 1 penerbangan sekarang menjadi 2 penerbangan, tetapi untuk Maratua - Kalimarau tetap disediakan 1 kali penerbangan," jelasnya.
Muji juga berharap, dengan adanya alokasi anggaran untuk subsidi angkutan udara serta penambahan frekuensi penerbangan bisa memberikan manfaat serta berdampak baik bagi masyarakat Kaltim.
"Kita berharap, masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik penerbangan subsidi perintis ini, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah 3T+P (Tertinggal, Terdepan,Terluar, Perbatasan)," pungkasnya.
Editor: Maruly Z