Hal ini membuat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda pun turun ke lapangan menyuarakannya dengan melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Kamis (4/1/2024) siang tadi.
"Kami ingin ada resolusi untuk Kaltim kedepannya mengingat hari ini persoalan sumberdaya alam yang di curi oleh orang lain yakni pertambangan ilegal masih seringkali terjadi," kata Humas Aksi Nazar kepada media Nazar disela aksi.
Beberapa wilayah di Benua Etam seperti Berau, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara masih sering terjadi aksi-aksi tambang ilegal. "Pertambangan ilegal ini sangat merugikan buat masyarakat dan lingkungan sekitar pertambangan itu sendiri," tegasnya.
Melalui aksi tersebut PMII Samarinda meminta komitmen Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik untuk berani bertindak tegas terhadap perilaku yang merugikan masyarakat.
"Kami ingin bersama-sama pemerintah sebagai lembaga eksekutif, serta aparat penegak hukum bisa mengawal praktek pertambangan ilegal dan jangan sampai di lapangan, ketika ada praktek tambang ilegal pemerintah hanya diam," ucap Nazar.
Sejauh ini masyarakat yang menjadi korban harus berbenturan dengan orang-orang yang mencuri sumber daya alam di daerah mereka. "Ini juga bentuk keresahan yang kami bawa agar bagaimana praktek pertambangan ilegal di Kaltim tidak ada lagi dan sudah beberapa tahun lamanya masalah ini tidak pernah terselesaikan bahkan lebih sering membabi buta," ucapnya.
PMII ingin bersama Pj Gubernur Kaltim dan masyarakat bisa berkomitmen bersama-sama bagaimana caranya untuk memberantas tindak pidana tambang ilegal tersebut.
"Karena selama ini kami lihat tambang ilegal ini sekan tidak menyentuh akar permasalahan, misalnya hanya menangkap alat tapi tidak menangkap siapa aktor dibalik tambang tersebut," tutup Nazar.
Editor: Aspian Nur