“Pelatihan juru ukur, kurang lebih ada 50 peserta, dan itu semuanya direncanakan untuk disiapkan ke IKN. Tapi belum sampai ke sana (IKN) mereka ada yang sudah dapat kerja di tempat lain,” kata Kepala Disnaker Samarinda, Wahyono, Senin (18/12/2023).
Dia menjelaskan, meskipun diberikan sertifikat pelatihan, namun pihaknya tidak bisa memaksa para peserta untuk menunggu peluang ke IKN Nusantara, sementara ada lowongan kerja yang siap menampung mereka.
Lalu pada 2023 ini, pihaknya kembali melakukan pelatihan aplikasi baja ringan diisi oleh 50 peserta dengan BJKW V Banjarmasin. “Selain aplikasi baja ringan, juga ada juru gambar yang kemarin sudah kita lakukan antara 48 atau 49 pesertanya. Ini juga dilakukan dan semuanya sudah lulus, ini kami memang persiapkan untuk kerja sama dimasukkan ke IKN,” urainya.
Kendati demikian, Wahyono juga menegaskan peserta pelatihan juga masuk dalam kriteria pencari kerja. Maka dari itu, kebebasan hak memilih diberikan penuh pada peserta pelatihan. Namun, terkait hal itu pihak Disnaker tetap harus mendata, agar ada sinkronisasi data pencari kerja dan yang sudah mendapatkan kerja.
Editor: Maruly Z