Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Nor Wahid Hasyim menjelaskan ada sekitar 830 kepala keluarga (KK) yang mendaftar ke pihaknya.
“Sudah ada 830-an yang mendaftar dan sudah membayar jadi calon pelanggan ada sekitar 309 pelanggan. Nanti sambil disusulkan, tadi juga ada beberapa yang harus diselesaikan di internal, karena kemarin kan ada terkait sambungan yang dilayani oleh pihak ketiga. Takutnya meteka ada hutang atau ada sambungan yang belum selesai, itu diselesaikan dulu,” kata Hasyim kepada Korankaltim.com.
Warga yang mau mendaftarkan sambungan air ke Perumdam harus menyelesaikan urusan dengan pihak sebelumnya. Pemasangan resmi ditetapkan dengan harga Rp2.750 juta per rumah tanpa memandang apakah didepan ada pipa atau tidak, jadi semua rumah harganya sama.
“Sumber airnya dari IPA Gunung Lingai, kalau untuk warga di sini insha Allah cukup. Ada 170 kubik sekitar 830 rumah lah yang ada,” papar Hasyim.
Wali Kota Samarinda Andi Harun optimistis Perumdam akan terus menambah layanan, bahkan tahun 2024 mendatang pemkot bersama Perumdam akan membangun IPA disekitaran Perumahan Bumi Sempaja.
“Saya mengapresiasi Perumdam yang memenuhi penyediaan air bersih di Perumahan Bumi Alam Indah ini setelah puluhan tahun mengalami nasib tidak menikmati layanan air bersih,” kata Andi Harun.
Menurut pengakuan warga padanya, selama ini air yang digunakan berwarna keruh yang disediakan oleh pihak ketiga dan tetap mebayar anggaran sebesar Rp60 Ribu sampai Rp70 Ribu setiap bulannya.
Orang nomor satu di Kota Tepian itu juga mengaku pernah melihat langsung air yang mengalir ke masyarakat dan disebutnya tidak layak. Jangankan untuk konsumsi, bahkan untuk kebutuhan mencuci dan mandi saja tidak layak.
Editor: Aspian Nur